Wabup Shobih Asrori, DKP3, dan 200 Tamu Undangan Nyemplung Sawah Tanam Padi Serentak

Pasuruan,Suryanasional.com – Sawah Dusun Rokepuh, Desa Beji, Kamis pagi 2/7/2026 mendadak ramai. Ratusan petani turun langsung ke lumpur bersama Wakil Bupati Pasuruan untuk menanam padi serentak.

Aksi ini digagas DPD Tani Merdeka Indonesia Raya Kabupaten Pasuruan. Mengusung tema “Melangkah Bersama Mempertahankan Swasembada Pangan”, kegiatan berlangsung pukul 07.00 hingga 09.50 WIB dan diikuti sekitar 200 petani dari Pasuruan Raya.

Kebersamaan jadi warna utama acara. Wakil Bupati Pasuruan H. Shobih Asrori hadir langsung dan ikut nyemplung ke sawah menanam bersama warga.

“Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan kita. Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan terus hadir, mendukung, dan mendampingi agar produksi padi semakin meningkat,” tegas Wabup Shobih di sela kegiatan.

Ia juga mengapresiasi semangat kolaborasi antara petani, TNI, Polri, dan organisasi tani.

“Dengan tanam serentak dan pola yang benar, kita optimis Pasuruan bisa jadi lumbung pangan Jawa Timur,” tambahnya.

Turut hadir Kadis DKP3 Drh. Ainur Alfiyah, perwakilan Kodim 0819 Pasuruan, Camat Beji, dan Anggota DPRD Jatim H. Eddy Paripurna. Dari kalangan tani hadir Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pasuruan H. Winaryo Sujoko, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jatim Riki Septiadi, Ketua KUTT Suka Makmur Grati Evi Zainal Abidin, serta Kepala Desa Beji.

Acara dibuka dengan doa bersama dan tasyakuran, dilanjutkan pemotongan tumpeng, dan puncaknya penanaman padi secara serentak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Pasuruan, drh. Ainur Alfiyah, menegaskan Pasuruan punya potensi pertanian besar yang harus digarap dengan cara baru.

“Inovasi seperti tanam serentak ini harus ditata. Pakai metode yang benar, benih efisien, tapi hasilnya bisa lebih banyak,” ujarnya.

Ia memberi 3 kunci agar produksi naik: budidaya yang benar, pemupukan tepat dosis, dan penyesuaian musim tanam.

“Petani sekarang bisa lihat data meteorologi. Tanam di waktu yang pas, risiko penyakit dan gagal panen bisa ditekan,” jelasnya.

Untuk persoalan pupuk langka, Alfiyah mendorong petani mulai beralih ke pupuk organik sebagai solusi jangka panjang.

Setelah dari sawah, acara berlanjut ke forum. Ada penandatanganan MoU strategis antara KUTT Suka Makmur Grati dengan Universitas Yudharta Pasuruan dan Koperasi Tamindo Cahaya Nusantara Cabang Pasuruan Raya.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat rantai dari hulu ke hilir. Kegiatan ditutup dengan sesi serap aspirasi langsung dari petani, doa bersama, dan foto bareng.(An)