Kudus,Suryanasional.com – Tradisi tahunan Sedekah Bumi kembali digelar oleh warga Desa Pladen dengan penuh khidmat dan semarak. Rangkaian acara berlangsung selama dua hari, Sabtu (24/5/25) dan Jum’at (29/5/2025), sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi dan berkah kehidupan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Acara dimulai pada Sabtu (24/5/25) dengan selamatan desa yang dilaksanakan di Balai Desa Pladen. Kegiatan ini diisi dengan doa bersama, tahlil, dan kenduri yang diikuti oleh seluruh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Suasana penuh kekeluargaan dan spiritualitas terasa kuat, menandai awal rangkaian perayaan budaya ini.
Kemeriahan berlanjut pada Sabtu siang (30/5/25) dengan Kirab Budaya Sedekah Bumi yang diikuti oleh perwakilan RT/RW, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat.
Kirab dimulai dari aula balai Desa Pladen dan mengelilingi jalan-jalan desa sambil membawa gunungan hasil bumi, miniatur pertanian, serta simbol-simbol kearifan lokal. Antusiasme warga terlihat dari keramaian sepanjang rute kirab, yang diiringi musik tradisional dan pertunjukan tari.
Setelah kirab, panitia menyelenggarakan pembagian hasil bumi kepada warga. Kegiatan ini menjadi simbol berbagi rezeki dan gotong royong antarwarga sebagai nilai luhur yang diwariskan turun-temurun.
Puncak kemeriahan terjadi pada Jumat malam Sabtu, saat digelar hiburan rakyat berupa campursari serta pagelaran wayang kulit. Dalam pagelaran wayang kulit yang dinantikan masyarakat.Tampil dalang berbakat Ki Anom Riris Wibowo yang membawakan lakon “Gondomono Luweng”. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, tapi juga sarana edukasi budaya yang sarat makna dan filosofi kehidupan.
Kepala Desa Pladen, Ely Widiastuti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan panitia atas terselenggaranya acara sedekah bumi ini.
“Sedekah bumi bukan sekadar tradisi, tapi juga bentuk syukur, silaturahmi, dan pelestarian budaya kita. Semoga desa kita semakin rukun, sejahtera, dan diberkahi,” ujarnya.
Dengan berakhirnya acara, Pihaknya berharap nilai-nilai luhur dalam Sedekah Bumi terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya Desa Pladen.
Aliyya salah satu warga berharap, tradisi Sedekah Bumi ini terus dilestarikan dan menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat identitas budaya desa termasuk ada kirab budaya, hiburan campur sari dan wayang kulit.
“Saya berterima kasih kepada Pemerintahan Desa Pladen dan saya berharap tradisi ini akan terus berjalan dan menjadi agenda tahunan yang lebih meriah di tahun-tahun mendatang” katanya. (AD)












