Bojonegoro – Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro mencatat, sebanyak 24 satuan pendidikan jenjang menengah pertama atau SMP di Bojonegoro terjadi kekosongan jabatan Kepala Sekolah, Rabu (20/05/2026).
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Fathur Rohim.
“Per Mei ada 23 SMP yang jabatan Kepala Sekolah kosong, dan 1 SMP akan menyusul kekosongan Jabatan serupa di bulan Juni. Sehingga total ada 24 jabatan kosong,” ujarnya.
Hingga kini, lanjut Fathur Rohim menturukan, puluhan sekolah negeri jenjang menengah ini masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt), membuat pula sejumlah Kepala Sekolah harus mengemban multi tugas di dua satuan pendidikan.
Meski demikian, Pihaknya menjelaskan, bahwa permasalahan kekosongan ini sudah ditindak lanjuti di tahun 2025 lalu. Bahkan, terdapat 12 nama yang akan mengisi sebagian dari puluhan sekolah tersebut.
Ia menambahkan, 12 nama ini telah diusulkan, bahkan pula telah mendapatkan persetujuan dari Bupati. Namun, menurut regulasi yang ada, nama-nama tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan rekom dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Dinas Pendidikan juga telah mengusulkan 12 nama tersebut ke Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Bojonegoro, untuk selanjutnya mengusulkan nama tersebut ke BKN,” tambahnya.
“Setelah mendapatkan rekom dari BKN, sesegera mungkin akan dilantik untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Sekolah,” tandasnya.(riz/red)












