Peringatan Isra Miraj dan Hari Raya Imlek Momentum Hidup Rukun dan Damai Dalam Bingkai Keragaman

Penulis : Rizal Abdi N.

Bojonegoro – Umat muslim di seluruh dunia, termasuk Negara Indonesia yang mayoritas penduduk pemeluk Agama Islam kini memasuki peristiwa besar dalam sejarah Islam, Senin (27/01/2025).

Peristiwa tersebut merupakan perjalanan spiritual Rasullulah SAW yang menerima perintah langsung untuk mengajak umatnya guna melaksanakan kewajiban sholat, peristiwa ini dikenal dengan nama Isra Miraj.

Tepat pada malam 27 Rajab, tahun ke 10 kenabian, atau sekitar 621 Masehi. Pada malam itu, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, kemudian naik ke langit dan bertemu dengan Allah SWT.

Seiring berjalannya waktu, kini umat muslim telah memasuki perayaan ke 1446 Hijriah, peristiwa besar ini juga mengingatkan betapa pentingnya sebagai bentuk rahmat bagi umat muslim.

Selain itu, sama halnya dengan Umat Muslim, Umat Khonghucu di seluruh dunia juga akan merayakannya Hari Raya Imlek. Biasanya umat Khonghucu merayakan dengan mengadakan upacara sembahyang untuk mengucap syukur atas anugerah Tuhan yang memberikannya kesempatan untuk memasuki tahun yang baru kembali. Pada umumnya, kebiasaan masyarakat Tionghoa, Tahun Baru Imlek dirayakan dengan berbagai cara.

Dihari perayaan Isro Miraj dan Hari Raya Imlek, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro, Dr. KH. Tamam Syaifuddin M.Si merasa bersyukur sebagai warga negara Republik Indonesia yang berkemajmukan dan beranekaragam suku bahasa agama.

“Ini merupakan momen penting, meski beranekaragam suku, bahasa dan agama, tetapi tetap bisa hidup rukun damai dalam bingkai keragaman,” kata Dr. KH Tamam Syaifuddin M.Si.

Tentu hal tersebut dapat terwujud dengan cara saling menghormati dan menghargai sesama umat beragama dengan adanya keanekaragaman yang dimiliki Negara Indonesia.

Pihaknya mengimbau, kepada seluruh umat Islam dan umat Khonghucu khususnya di Kabupaten Bojonegoro untuk memperingati Isra Mi’raj dan Hari Raya Imlek dengan penuh khidmat dan kesungguhan.

“Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kualitas ibadah kita,” terangnya.

“Mari kita bumikan Negeri ini bahasa langit hikmah isro’ mi’roj dengan sholat dan ibadah nya serta peringatan imlek dengan amal kebaikanya menuju ukhuwwah basyariyah, ukhuwwah wathoniyah menuju indonesia emas dengan berdamai hidup rukun sejuk sejahtera di Bojonegoro,”pungkas Dr. KH Tamam Syaifuddin M.Si. yang juga sebagai penasehat RMI PWNU jawa timur ini.

(riz/red)