Abdullah Umar : Pentingnya Kolaborasi dalam Menghadapi Kompleksitas Tantangan Pembangunan Bojonegoro

Bojonegoro, Suryanasional.com – Presiden Prabowo Subianto melantik 961 orang kepala daerah di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2/2024). Salah satu yang dilantik adalah Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro terpilih, Setyo Wahono dan Nurul Azizah.

Ketua DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar mengatakan bahwa dengan telah dilantiknya kepala daerah dan hari ini, maka amanah rakyat agar segera diwujudkan. Bekerja dengan baik dan memprioritaskan tugas-tugas dan kepentingan rakyat.

“Pekerjaan berat menanti para bupati dan wakil bupati dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Bojonegoro,” kata Abdullah Umar.

“Adanya perbedaan politik pada saat pilkada lalu harus dibuang jauh-jauh. Saat ini, seluruh elemen harus bersatu dalam pembangunan daerah, mengingat peningkatan taraf hidup masyarakat adalah tujuan yang harus diwujudkan,” katanya.

Menurut Abdullah Umar, DPRD siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dakam upaya memastikan terwujudnya pembangunan daerah. Kesamaan pandangan antara DPRD dan Pemerintah Daerah mengenai arah pembangunan menjadi landasan untuk mencapai hasil optimal.

“Kolaborasi antara DPR dan pemerintah daerah memberikan platform yang efektif untuk mendiskusikan, merumuskan, dan menyepakati rencana pembangunan. Proses ini mencakup penyusunan anggaran, perencanaan, serta penetapan prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat dan visi pembangunan jangka panjang,” katanya.

Dengan adanya dialog yang berkesinambungan, lanjut Abdullah Umar, hasilnya adalah program pembangunan yang lebih terarah dan responsif terhadap tuntutan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat Bojonegoro.

“Kolaborasi yang erat antara Dewan DPRD dan pemerintah daerah memiliki peran krusial dalam mewujudkan pembangunan. Sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif menjadi pondasi yang kuat untuk memastikan perencanaan, pembangunan berjalan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” katanya.

“Mari kita tinjau betapa pentingnya kolaborasi ini dalam konteks pembangunan Kabupaten Bojonegoro,” kata alumnus UIN Malang tahun 2007 ini.

Menurut Abdullah Umar, sinergitas eksekutif dan legislatif juga sangat dibutuhkan dalam upaya menghadapi komplekaitas tantangan pembangunan.

“Dalam menghadapi kompleksitas tantangan pembangunan, kolaborasi antara DPRD dan pemerintah daerah bukan hanya sekadar kewajiban konstitusional, tetapi juga peluang untuk menciptakan arah pembangunan yang holistik dan berkesinambungan. Ketika sinergitas dijalankan dengan efektif, tentunya akan menciptakan fondasi yang kokoh untuk mewujudkan tujuan pembangunan,” katanya.

Seperti diketahui, berdasarkan data Istana kepresidenan, jumlah kepala daerah yang dilantik berjumlah 961 yyan terdiei dari 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 Bupati dan 362 wakil bupati, 85 wali kota dan 85 wakil wali kota.(Lex/red).