Bojonegoro, Suryanasional.com – Seniman dan seniwati di Desa Jono, Kecamatan Tema yang Bojonegoro merumuskan dan membentuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Paguyuban Seniman Seniwati desa setempat, Kamis (31/7/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Mahasiswa KKN Tematik Kolaboratif Kelompok 26 Universitas Bojonegoro sebagai bagian dari program kerja KKN Tahun 2025.
Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam penguatan kelembagaan kesenian lokal telah dilakukan di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.
Pembentukan AD/ART ini bertujuan untuk memperkuat fondasi hukum, struktur organisasi, serta arah gerak paguyuban kesenian di masa depan. Dokumen AD/ART memuat secara rinci visi-misi, struktur kepengurusan, keanggotaan, program kerja, hingga tata tertib internal komunitas kesenian yang selama ini tumbuh secara alami di tengah masyarakat Desa Jono.
Kolaborasi ini sebagai wujud sinergi antara masyarakat lokal dan perguruan tinggi dalam upaya pelestarian budaya dengan melibatkan para pelaku kesenian secara langsung, baik penari, penyanyi, pemusik, pelawak, pembawa acara tradisional, maupun pelaku seni lainnya.
Rumusan AD/ART ini mencerminkan nilai-nilai, kebutuhan, dan aspirasi mereka dalam menjaga serta mengembangkan kesenian lokal, khususnya kesenian tradisional Langen Tayub yang menjadi ciri khas wilayah tersebut.
“Penyusunan AD/ART ini merupakan semangat baru untuk menjadikan paguyuban seniman seniwati Desa Jono sebagai wadah yang terorganisir dan memiliki legitimasi hukum dalam kegiatan seni dan budaya,” kata salah satu mahasiswa KKN Universitas Bojonegoro.
Sementara itu, salah satu perwakilan seniman lokal mengungkapkan rasa syukur atas adanya pendampingan dari mahasiswa KKN yang membantu dalam proses administratif serta penyusunan dokumen kelembagaan.
“Kami berharap, setelah terbentuknya AD/ART ini, paguyuban ini bisa bangkit dan lebih aktif berkesenian dimanapun serta mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah,” tutur Pak Mariyanto, salah satu sesepuh / tokoh kesenian setempat.
Dirinya berharap AD/ART yang telah disusun dan dibentuk, diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menguatkan kelembagaan komunitas budaya masing-masing, menjadi bagian dari upaya mewujudkan Bojonegoro sebagai Geopark Nasional, yang tidak hanya kaya secara geologi, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang terstruktur dan lestari.(red).






