Bojonegoro – Suasana berbeda nampak terasa di Halaman Pondok Pesantren Modern Al Fatimah Bojonegoro, dibalik awan yang cerah dan sinar matahari yang terik, terdapat perasaan sedih mengiringi setiap lantunan doa yang terlontarkan oleh para santri ini, Senin (01/09/2025).
Biasanya, para santri Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro melakukan aktivitas seperti sedia kala, menyambut senin pagi dengan melakukan upacara, namun hari ini semuanya mendadak berubah.
Dalam serangkaian upacara tersebut, terdapat doa yang mengiringi kepergian seorang driver ojol Affan Kurniawan yang meninggal dunia dalam peristiwa demo di Jakarta kemarin.
Kepergian sosok Affan Kurniawan, salah seorang pengemudi ojol yang menjadi korban dalam saksi bisu saat unjuk rasa kemarin, menyisakan rasa kepergian yang mendalam bagi masyarakat Indonesia, banyak pihak juga merasa berduka dalam peristiwa naas tersebut.
Termasuk juga, ribuan santri Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro, dalam kesempatan upacara yang setiap senin pagi biasa digelar, para santri ini menyempatkan doa bersama untuk almarhum Affan Kurniawan dan para korban saat demo yang berlangsung kemarin.

Bahkan, banyak dari para santri ini tampak khusyuk ketika satu persatu lantunan doa mengiringi setiap kedua tangan mereka dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi.
“Semoga dosa beliau diampuni dan amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,” ucap Pengasuh Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro, Dr. KH Tamam Syaifuddin M.Si.
Dalam arahannya, Kyai Tamam begitu Ia akrab disapa, menyatakan bahwa para santri wajib untuk memperoleh ilmu agama, umum, sosial kemasyarakatan dan wawasan kebangsaan yang utuh.
Hal ini Ia sampaikan, sebab Ia berharap, kelak para santri Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro ini dapat menjadi pemimpin yang berkarakter dengan dzikir dan amal sholeh yang telah dimiliki.

“Saya yakin, alumni Ponpes Modern Al Fatimah dengan segudang ilmu dan skill yang dimiliki, akan mampu membawa bangsa ini menjadi top peradaban Dunia,” ujarnya.
Menurutnya, dengan maraknya berbagai aksi yang dimana-mana saat ini sedang terjadi dengan segala kemarahan dari civil society ini, diharapkan perlu juga adanya perbaikan di multidimensional tata kehidupan masyarakat.
“Oleh karenanya, santri harus berilmu dan berwawasan kebangsaan yang cerdas, serta paham dengan politik multilateral. Agar kelak, para santri ini dapat menjadi agen perubahan (agent of change) dan militansi santri yang kuat, serta bermartabat dalam menghadapi peradaban,” pesannya kepada ribuan santri Ponpes Modern Al Fatimah.
Di akhir arahannya, Kyai Tamam yang juga penasehat RMI PWNU Jawa Timur ini, juga mendoakan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, agar dapat membawa Jawa Timur menuju kedamaian, ketentraman dan kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Timur.
“Dengan selalu bermunajat, mari kita doakan Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Bapak Emil Elestianto Dardak supaya mampu membawa Jawa Timur menuju kedamaian, ketentraman, kesejahteraan, dan keberkahan bagi Gerbang Baru Nusantara,” tandasnya.(riz/red)






