Bojonegoro – Dengan adanya pemberitaan perihal program makan bergizi gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kecamatan Bojonegoro, menuai respon klarifikasi dari pihak penyedia, dalam hal ini mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Senin (22/09/2025).
Yayasan Cipta Jagad Nusantara selaku mitra SPPG Karangpacar mengatakan, bahwa terkait beredarnya pemberitaan soal penyajian makanan basi di salah satu sekolah di Kecamatan Bojonegoro yang mencuat kemarin, hingga saat ini, Ia memastikan tidak ada laporan resmi yang masuk dari pihak sekolah tersebut.
“Setelah dilakukan koordinasi, saya tekankan bahwa tidak ada statement apapun yang keluar dari pihak sekolah perihal pemberitaan makanan basi yang mencuat kemarin,” kata Wiwik Sri Wilujeng selaku mitra SPPG dapur MBG Karangpacar.
Hal itu, Ia layangkan kepada media, setelah pihaknya usai mendatangi pihak sekolah tersebut, dalam hal ini SMP Negeri 5 Bojonegoro, guna melakukan koordinasi terkait isu yang beredar di salah satu pemberitaan kemarin.
“Meski begitu, selaku mitra SPPG Karangpacar akan selaku melakukan intropeksi diri, hal itu dilakukan, guna kedepan kami akan memberikan pelayanan terbaik kepada para pihak sekolah yang tergabung dalam SPPG Karangpacar,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa setelah dilaunching pada 1 September lalu, dapur MBG yang berlokasi di Jalan Agung Suprapto ini, telah menggunakan food tray atau ompreng 304 sesuai dengan standar Juknis yang telah ditentukan badan gizi nasional (BGN).
Sementara itu, Agung Cahya selaku Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dapur MBG Karangpacar mengatakan, seluruh bahan makanan yang dikirim selalu disertai sampel untuk dilakukan uji coba ulang yang menyeluruh.
“Apalagi ini berkaitannya dengan makanan bergizi, jadi seluruh bahan makanan tersebut, harus selalu dijaga kesterilannya,” katanya.
Pihaknya menjelaskan, bahwa setelah dapur MBG Karangpacar ini resmi berjalan pada 1 September lalu, telah melayani makan bergizi sejumlah 19 lembaga dan 2.500 pelajar yang terdiri dari tingkat Paud, TK, SD dan SMP.
“Untuk menu setiap hari ganti, dan porsi masing-masing sesuai tingkatan, untuk Paud, TK dan jenjang SD kelas 1 hingga kelas 3 porsi kecil, sedangkan untuk jenjang SD kelas 4 hingga kelas 6 serta jenjang SMP porsi besar,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, setelah melakukan koordinasi oleh pihak sekolah, yakni SMP Negeri 5 Bojonegoro, dikatakan bahwa isu yang beredar atas penyajian makanan basi tersebut, tidaklah benar.
“Jadi setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, bisa di beri kesimpulan bahwa, isu tersebut tidak benar,” tandasnya.(riz/red)






