Menjemput Malam Lailatul Qadar Ala Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro

Bojonegoro – Lailatul Qadar atau juga dipandang sebagai saat turunnya Al-Quran. Bagi Umat Muslim, Al-Quran merupakan mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW sekaligus pula menjadi pedoman hidup utama bagi Umat Muslim di seluruh Dunia.

Turunnya Al-Quran pada malam Lailatul Qadar merupakan momen yang sangat penting dalam sejarah Islam, di mana wahyu Ilahi diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai panduan spiritual dan hukum bagi umat manusia.

Dalam momen spesial ini, Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al Fatimah Bojonegoro menggelar Khotmil Quran. Lantunan suara merdu dari ribuan santri dikala membaca ayat-ayat suci Al-Quran kian menambah semarak malam di Masjid Kanzul Arsy Komplek Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro.

Pengasuh Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro, Dr. KH. Tamam Syaifuddin, M.Si mengatakan, Khotmil Quran ini digelar bermaksud sebagaimana sebuah ikhtiar menjemput malam Lailatul Qadar.

Pengasuh Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro saat memimpin langsung Khotmil Quran.(ist)

“Ribuan santri Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro melaksanakan Khotmil Quran bertepatan di Malam Lailatul Qadar,” katanya, Selasa (11/03/2026) malam.

Kyai Tamam, begitu Ia akrab disapa menambahkan, seluruh santri diwajibkan setiap anak harus pula satu Juz. Dengan demikian akan ketemu di 1.001 Juz.

Ia menjelaskan, selain menjemput malam Lailatul Qadar, Khotmil ini digelar untuk persiapan para santri sebelum libur akbar Hari Idul Fitri 1447 Hijriah. Para santri ini akan pulang kampung.

“Hari Jumat besok, para santri akan pulang dikarenakan libur akbar Idul Fitri, mereka akan pulang satu persatu di seluruh pelosok negeri,” jelasnya.

Ribuan santri memadati masjid Kanzhul Arsy. Mereka tampak antusias mengikuti jalannya Khotmil Quran.(ist)

Hal itu Ia sampaikan sebab, santri Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro berasal dari berbagai daerah, ada pula yang berasal di luar Jawa, dari Sabang sampai Merauke, seperti NTT, NTB, Sulawesi Selatan, Riau, Kalimatan Tengah dan Timur, Papua, bahkan pula ada juga santri berasal dari Sabah Malaysia.

“Ada pula juga santri yang berasal dari seputar Pulau Jawa. Seperti Jakarta, Bogor, Bekasi dan Cirebon,” ungkapnya.

Ia pula berpesan, selama libur panjang, diharapkan para santri untuk tidak lupa menjalankan kewajiban yaitu, sholat 5 waktu dan sholat malam, serta selalu Ta’dzim dengan orang tua dan jadilah contoh yang khazanah di tengah masyarakat.

“Jaga pergaulan akhlakul kharimah di manapun kalian berada, serta terus melakukan laporan kegiatan selama liburan kepada Ustadz dan Ustadzah,” pesannya.

Khotmil Quran ini cara Ponoes Modern Al Fatimah Bojonegoro menjemput berkah di Malam Lailatul Qadar.(ist)

“Ayo kita doa dimalam ini untuk hajat kita semua, dan orang tua kita dirumah diberikan senantiasa kesehatan. Semoga pula dalam perjalanan pulang dan kembali nanti, seluruhnya diberikan selamat dan lancar selama liburan berlangsung,” tambahnya.

Mengakhiri sambutan, Kyai Tamam tidak lupa mengajak ribuan santri untuk mendoakan semoga peperangan di timur tengah antara AS-Israel dengan Iran segera berakhir bersamaan berakhir nya ibadah puasa.

“Ini dikarenakan peperangan ini tidak semata mata perang politik tapi juga perang dagang ekonomi nya lebih kental dan bukan perang agama maupun ideologi,” ujar kiyai tamam yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Bojonegoro.

“Maka mari kita bersama-sama berdoa untuk peperangan ini agar segera berkahir,” tandasnya.(riz/red)