Bojonegoro – Tahun Ajaran Baru 2026/2027 akan dimulai sebentar lagi, tepatnya pada 13 Juli besok. Mengawali tahun ajaran baru, seluruh siswa SMPN 2 Bojonegoro diwajibkan mengikuti sejumlah kegiatan.
Kegiatan itu adalah Kewarganegaraan dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dua kegiatan ini memang diwajibkan bagi seluruh peserta didik tahun ajaran baru 2026/2027 SMPN 2 Bojonegoro.
Kepala SMPN 2 Bojonegoro, Suwarto mengatakan, dua kegiatan tersebut bersifat wajib. Untuk kegiatan Kewarganegaraan akan diikuti siswa kelas VIII dan IX, sedangkan siswa baru akan mengikuti rangkaian MPLS.
“Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di minggu pertama tahun ajaran baru,” katanya, Senin (06/07/2026).
Ia menjelaskan, untuk pelaksanaan kegiatan Kewarganegaraan, SMPN 2 Bojonegoro akan bekerja sama dengan Kodim 0813 Bojonegoro. Maksud Ia, seluruh peserta akan mengikuti pelatihan di Markas Kodim.
“Untuk pelaksanaanya akan berlangsung lima hari, dengan sistem pulang pergi, sama seperti dengan waktu pelaksanaan pembelajaran di ruang kelas, bedanya ini di Markas Kodim 0813 Bojonegoro,” jelasnya.
Ia menuturkan, pelaksanaan kegiatan Kewarganegaraan itu akan dipantau ketat oleh pihak sekolah. Selain itu, para siswa ini juga akan dilatih kedisiplinan, cinta tanah air, tanggung jawab dan menanamkan jiwa patriotisme.
“Dengan ini, diharapkan para siswa akan siap untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran tahun ajaran baru 2026/2027,” tuturnya.
Sedangkan, pelaksanaan MPLS Ia menjelaskan, juga akan dilaksanakan di minggu pertama tahun ajaran baru. Berbeda dengan kegiatan Kewarganegaraan, MPLS ini akan dilaksanakan di sekolah.
Selain itu, dalam pelaksanaan MPLS siswa baru akan dilatih mengenali potensi diri, seperti membantu siswa baru mengenali bakat, minat dan kemampuan yang dimilikinya.
Juga, adaptasi lingkungan sekolah. Memfasilitasi siswa baru agar terbiasa dengan fasilitas, sarana prasarana, serta norma sosial di lingkungan sekolah.
Selanjutnya, pengenalan lingkungan sekolah. Membangun interaksi yang positif antara siswa baru dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan teman seangkatan.
“Selain itu, juga ada pengenalan kurikulum dan budaya sekolah, seperti cara belajar, tata tertib, serta budaya sekolah ramah anak,” terangnya.
Semua itu dilalui, lanjut Suwarto, sebagaimana dengan tujuan pelaksanaan MPLS ini, untuk dapat membentuk karakter positif dan membantu siswa baru beradaptasi di lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan menyenangkan.(riz/red)






