Bupati Bojonegoro Tinjau Langsung Proses Pembagian Air Waduk Pacal untuk Pertanian

Bojonegoro, Suryanasional.com – Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah melakukan kunjungan lapangan pembagian air dari Waduk Pacal di beberapa daerah di Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (29/6/2020).

Bupati Anna mengatakan bahwa air dari Waduk Pacal mulai dibuka tanggal 12 Juni 2020. Namun untuk lebih memaksimalkan kebutuhan air untuk lahan pertanian, aliran air dari waduk pacal diperpanjang hingga 9 Juli 2020.

“Saat ini air dari waduk pacal akan diperpanjang sampai 9 Juli 2020. Beberapa daerah yang saat ini mendapatkan giliran dari air waduk pacal diantaranya Pintu BPKa.10 Barong, saat ini konsentrasi mengairi wilayah Desa Bogangin dan Desa Sumberrejo. Selanjutnya Pacal Mekuris BM.1 mengairi wilayah Desa Teleng, Kayulemah, dan Cengkir. Lalu Pacal Mekuris BM.2 mengairi wilayah Desa Sambongrejo,” kata Anna Mu’awanah.

Selanjutnya masih ada pacal Mekuris BM.3 untuk sekunder Pohwates saat ini sedang mengairi wilayah Desa Pohwates, Butoh, Karangdinoyo selanjutnya ke wilayah Sumberroto. Lalu Pacal Mekuris sekunder Medalem saat ini sedang mengairi wilayah Desa Margoagung dan Desa Prayungan (Medalem). Sementara terakhir Pacal Mekuris sekunder Talun saat ini sedang mengairi wilayah Desa Bogangin, Pejambon dan Jatigede.

Dijelaskan Bupati Anna , bahwa berapa desa di wilayah hilir saat ini masih menunggu giliran. Mereka akan mendapatkan giliran setelah di wilayah hulu sudah tuntas.

“Giliran diberlakukan setelah wilayah hulu telah tuntas eperti di Desa Mejuwet setelah menyelesaikan Desa Butoh kemudian Desa Prayungan (Medalem) setelah menyelesaikan Desa Margoagung, Desa Sumberagung, Turigede, dan Bayemgede setelah menyelesaikan Desa Teleng dan Desa Kayulemah,” lanjut bupati.

Bupati menuturkan, untuk tanaman pada lahan baku teknis pacal yang telah berumur lebih dari 45 hari akan terjangkau layanan irigasi pada periode ini,” Kita prediksi bisa panen maksimal,” terang Anna Mu’awanah.

Sementara itu kepala dinas pertanian Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth mengatakan bahwa waduk Pacal tidak mungkin bisa memenuhi semua lahan pertanian. Terutama untuk daerah tadah hujan.

“Untuk itu desa diharapkan lebih kreatif dalam menyelesaikan persoalan kebutuhan air bagi pertanian. Semisal menganggarkan dana desa untuk pembuatan sumur bor,” terangnya.

Dalam kunjungan ini, Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah didampingi diantaranya Kepala Dinas Pertanian beserta Kabid serta induk HIPPA/GHIPPA dan HIPPA.(Lex/red).