Dari Istilah Matsama Kini Matamuda, Hal Wajib Dilalui Para Peserta Didik Baru Madrasah di Bojonegoro

Bojonegoro – Tahun Ajaran Baru Madrasah 2026/2027 bakal dimulai sebentar lagi. Serupa dengan Pendidikan Dasar, Menengah dan Atas. Jika biasanya para peserta didik baru akan mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sebagai pertanda dimulainya tahun ajaran baru. Di madrasah juga sama, namun dengan istilah berbeda, Kamis (02/07/2026).

Di madrasah sendiri, pada tahun-tahun sebelumnya, pengenalan sekolah itu disebut dengan istilah Matsama (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah). Namun di tahun ajaran baru 2026/2027, kini istilah tersebut diganti dengan istilah ‘Matamuda‘ akronim dari penyebutan (Masa Taaruf Murid Madrasah). Dimana penyebutan berbeda, namun memiliki makna yang sama.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro melalui Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah, Sholihul Hadi mengatakan, Pelaksanaan Matamuda tahun ajaran baru 2026/2027 akan dijadwalkan berlangsung pada minggu pertama masuk sekolah.

Hal itu Ia maksud, lantaran tahun ajaran baru 2026-2027 akan dimulai pada 13 Juli. Artinya, para peserta didik madrasah baru ini juga akan mengikuti pelaksanaan Matamuda di hari yang sama.

“Para peserta didik baru ini akan mengikuti pelaksanaan Matamuda pada 13 Juli hingga 18 Juli besok, diikuti siswa baru jenjang RA, MI, MTs dan MA,” ujar Sholihul Hadi.

Ia meneruskan, pelaksanaan giat tersebut bersifat wajib. Hal itu dikarenakan melalui Matamuda ini, dapat membantu para peserta didik baru khususnya Madrasah di Bojonegoro untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar di Madrasah.

Selain itu, selama giat ini berlangsung, para peserta didik baru juga akan diperkenalkan dengan lingkungan madrasah, budaya madrasah, tata tertib, sistem pembelajaran, guru dan tenaga kependidikan, serta berbagai program unggulan yang dimiliki setiap madrasah.

Berkenaan itu, Ia mengimbau kepada seluruh lembaga madrasah, untuk menjadikan pelaksanaan Matamuda ini, sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan di madrasah sejak dini.

“Sehingga, diharapkan dapat terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan berlandaskan akhlakul karimah,” tandasnya.(riz/red)