Di Haul Ke 9, Kyai Tamam Kenang Kisah Perjuangan Kyai Hasyim Muzadi Mulai dari Kader NU Ranting Hingga Ketua Umum PBNU

Malang – Dalam rangka Haul ke-9, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikam Malang menggelar serangkaian giat berupa majelis dzikir dan majelis sholawat, giat tersebut dimaksudkan untuk mengenang Kyai Hasyim Muzadi, sosok Ulama dan Kyai Sepuh sekaligus Pendiri Ponpes Al Hikam Malang, Minggu (19/10/2025).

Dalam serangkaian Haul ke 9 Kyai Hasyim Muzadi ini, dihadiri pula ribuan santri, wali santri, alumni dan jamaah majelis ta’lim, majelis dzikir sholawat dari berbagai Kota.

KH. Hakim Hidayat selaku Wakil Keluarga Besar Ponpes Al Hikam menyampaikan rasa ribuan terimakasih atas kerawuhan para hadirin dan jamaah, khususnya santri dan wali santri serta alumni sahabat Al Hikam.

“Semoga dalam acara ini dapat menjadikan istiqomah serta membawa keberkahan untuk kita semua,” ucap kata Gus Hakim yang juga sebagai Ketua RMI PWNU Jawa timur ini.

Dr.KH.Tamam Syaifuddin. M.Si pendiri dan pengasuh ponpes modern Al Fatimah Bojonegoro, yang dalam kesempatan itu, di dapuk memberikan Mau’idzoh hasanah menyampaikan bahwa, ‘Kafaa Bilmauti wa’idzon’ yang memiliki arti yakni, cukuplah dengan kematian beliau Kyai Hasyim Muzadi dapat mejadikan sebuah contoh bagi diri kita semua.

Kyai Tamam ketika mengenang perjuangan Kyai Hasyim Muzadi mulai dari Kader NU Ranting, hingga menjadi Ketua Umum PBNU, bahkan pernah turut andil mengambil peran sebagai Sekjen Organisasi Islam Dunia International Conference of Islamic Scholars (ICIS).

“Serta patut kita contoh wafat nya sosok beliau almaghfurlah Kiyai Hasyim Muzadi dengan sederet kisah perjuangan beliau, mulai dari menjadi kader NU dari ranting hingga menjadi Ketua umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) kala itu,” ungkapnya.

Kyai Tamam, begitu Ia akrab disapa menambahkan, bahwa segenap prestasi beliau tidak berhenti disitu, bahkan Kyai Hasyim Muzadi juga pernah menjadi Sekretaris Jendral (Sekjen) Organisasi Islam Dunia International Conference of Islamic Scholars (ICIS).

“Beberapa prestasi yang diraih beliau semasa hidup, telah menggambarkan bahwa, keilmuan, kealiman kehebatan pemikiran beliau telah diakui Dunia Internasional, kefasihan dalam retorika dengan kehumorisannya yang khas, hingga saat inu belum ada menyamai beliau Kyai Hasyim Muzadi,” tambahnya.

Kyai Tamam pun menilai, Kyai Hasyim Muzadi merupakan sosok yang dikenal dengan kesederhanaannya, namun dibalik kesederhanaan itu, Putra kelahiran asli Bangilan, Tuban, Jawa Timur ini memiliki sebuah karir yang telah menembus batas tanpa batas.

“Oleh karenanya, mari di Haul ke 9 beliau ini, kita jadikan momentum untuk mukhasabah, sekaligus menjadi spirit kebangkitan santri dan kiya, walaupun saat ini juga menjadi sebuah trending topik seputar Dunia Pesantren,” tuturnya.

Dokumentasi Asli : Foto penandatanganan Prasasti di bukanya ponpes modern Al Fatimah pada tanggal 9 September 2006 oleh Dr.KH.Hasyim Muzadi selaku ketua umum PBNU.(istimewa).

Meski demikian, Ia menyakini bahwa pesantren telah terbukti dan teruji turut memiliki peran penting terhadap berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Persoalan seperti Pesantren Al Khoziny kemarin, jangan hanya dinilai sepihak semata, karena itu musibah. Sedangkan, persoalan Pesantren lirboyo yang di tampilkan trans 7 yang viral kemarin, dengan segala hal kenistaannya itu semua tidak di benarkan,” jelasnya.

Hal itu Ia sampaikan, lantaran tradisi di Pesantren itu tidak dimiliki oleh yang yang lain, sehingga yang bisa bicara fasih tentang Pesantren hanyalah orang Pesantren saja, karena di Pesantren terdapat tradisi keilmuan, tradisi tirakatan, tradisi keta’dziman, dan keyakinan tradisi dengan adanya keberkahan dari Kiyai dan Guru-guru nya.

“Dan Hal itulah sehingga terwujudnya akhlaqul karimah, ketaatan, kepatuhan dan loyalitas tinggi para santri terhadap Kyai nya,” tandas Kyai Tamam yang juga Pembina RMI PWNU Jawa Timur ini.(riz/red)