Gubernur Khofifah Lantik Pejabat Pemprov Jatim

Surabaya, Suryanasional.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melantik serta mengambil sumpah dan janji pejabat pimpinan tinggi pratama, Admnistrator serta Pengawas Pemprov Jatim, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (28/12/2021).

“Proses keorganisasian di lingkup Pemprov Jatim yang dilakukan ini berseiring dengan beberapa titik yang harus kita konfersi ke jabatan fungsional, maka yang struktural pada hari ini kita lakukan pelantikan secara bersama-sama,” kata Gubernur Khofifah.

Dikatakannya, karena masih dalam suasana phisical distanching maka yang berada di Grahadi hanya sebagian kecil, sedangkan yang sebagian besar dilakukan secara virtual.

“Semoga kita semua diberikan kesehatan untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya,diberikan kemudahan dalam mencapai target-target tugas yang diemban nantinya,”kata gubernur.

Menurutnya, jika tagline pada tahun 2021 yakni Jatim bangkit, maka tagline pada tahun 2022 yakni optimis Jatim bangkit. Ada optimisme yang harus dibangun, ada semangat yang harus tetap dibangun, ada sinergi yang harus dimaksimalkan.

Seluruh organisasi perabgkat daerah (OPD) harus membangun sinergi internal maupun eksternal lingkungan birokrasi,baik vertikal maupun horizontal. Secara vertikal, ke atas dan ke bawah, sedangkan secara horizontal dengan berbagai instansi vertikal, baik itu TNI/Polri/BUMN maupun lembaga-lembaga lainnya.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana membangun komunikasi efektif dengan DPRD Prov Jatim,” imbuhnya.

Dijelaskan gubernur, terdapat 11 indikator kinerja utama (IKU)yang akan terus menjadi standarcapaian.

“Dari 11 indikator Kinerja Utama (IKU) maka ada didalam diri saudara yang ada di jabatan administrator dan pengawas semua. Akan menjadi satu kesatuan dari capaian-capaian target yang pernah kita sepakati bersama DPRD Prov Jatim lewat RPJMD kita,”ujarnya.

Gubernur juga berpesan, bahwasannya ada edaran surat gubernur yang melarang untuk cuti kecuali karena alasan kesehatan atau melahirkan dan alasan-alasan tugas tertentu.

“Ini menjadi penting,kalau kita mengikuti berbagai pemediaan bagaimana omicron menjadi kasus yang eksponensial yang terjadi di beberapa negara Eropa maka world bank serta IMF memberikan warning kepada kita untuk “jangan lengah, jangan lengah, jangan lengah,”terang gubernur.

Lebih lanjut gubernur mengatakan, kalau protokol kesehatan mampu dijaga dengan baik. Ketika gelombang pertama pertumbuhan ekonomi relatif lebih mudah bangkit, gelombang kedua ini diharapkan ada kecepatan bangkit tapi ternyata tidak secepat yang diprediksikan,jangan sampai ada gelombang ketiga, jika ada gelombang ketiga maka pasti akan lebih berat lagi bangkit dalam waktu cepat.

“Pada raker bersama Mendagri, ada pengawasan yang diterjunkan tim khusus di 5 provinsi untuk bisa mengawal pelaksanaan PPKM micro, dari 5 provinsi yang di Jawa dan Bali. Jawa Timur tidak masuk didalamnya. Itu artinya pelaksanaan PPKM di Jawa Timur ini dianggap sudah cukup bagus. Tolong itu dijaga oleh kita semua. Saya berharap bahwa kita harus menjaga kebersamaan untuk saling melindungi satu dengan yang lain,”pungkas Gubernur Khofifah. (tim/hjtm).

News Feed