Bojonegoro – Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro mengingat untuk selalu mengedepankan Toleransi k. epada seluruh umat beragama, hal ini Ia sampaikan saat menghadiri hari jadi Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hok Swie Bio Ke 146 Tahun, Jumat (28/02/2025).
“Ini adalah tanda alam bahwa, jika Negara ini ingin sejuk dan sejahtera maka wujudkanlah kerukunan serta kebersamaan,” kata Ketua FKUB Bojonegoro, Dr. KH. Tamam Syaifuddin M.Si.
Hal ini dimaksudkan, lantaran Ia menuturkan bahwa, guna kerukunan dan kebersamaan ini terwujud, haruslah selalu mengedepankan rasa Toleransi antar umat beragama.
“Seperti hindari dendam, saling benci, serta saling curiga satu sama lain,” ujarnya.
Dirinya juga menilai bahwa, peringatan hari jadi atau hari lahir Klenteng Hok Swie Bio ke 146 Tahun ini sangatlah apresiatif dan momen yang sangat luar biasa. Pasalnya, tepat di hari ini juga merupakan malam pertama bagi umat muslim di seluruh Dunia untuk menjalankan ibadah Sholat Tarawih dan Ibadah Puasa pertama di Bulan Suci Ramadhan.
“Ini luar biasa, tepat di hari ini juga dimulainya juga sholat Tarawih perdana bagi kaum muslim yang hari besuk akan menjalani ibadah Puasa Ramadhan 1446 Hijriah,” ungkapnya.
“Saya berharap, peringatan ini langkah awal untuk selalu mengedepankan kerukunan, kedamaian dan keberkahan antar sesama umat beragama,” tandas Kiyai Tamam yang juga penasehat RMI PWNU jawa timur yang juga di kenal orang dekat dengan Gubernur Jawa Timur ini.
Terpisah, Pengurus Kelenteng Hok Swie Bio Bojonegoro, Koh San menuturkan bahwa, peringatan hari jadi Klenteng ke 146 ini merupakan sekaligus juga merayakan hari lahir Malaikat Bumi Pembawa Berkah (menurut kepercayaan umat Khonghucu)
“Ini juga sekaligus serangkaian dari peringatan hari lahir See Jit YM. Kongco Jok Tik Tjing Sien (Malaikat Bumi Pembawa Berkah),” terangnya.
“Melalui momen ini juga, kami TITD Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan ke 1446 Hijriah,” pungkas Koh San.
(riz/red)






