Jelang Idul Fitri, Pasar Tradisional Bojonegoro Mulai Diserbu Masyarakat

Bojonegoro suryanasional.com – Menjelang Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah, Pasar Tradisional Bojonegoro Diserbu Masyarakat yang hendak membeli kebutuhan. Tak bisa dipungkiri, Pasar Tradisional Bojonegoro selalu menjadi tempat yang selalu diserbu masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Berdasarkan pantauan media suryanasional.com di lokasi, tampak para pengunjung Pasar Tradisional Bojonegoro membludak. Seperti misalnya di lorong makanan, pakaian, hingga emas. mulai di padati Masyarakat Bojonegoro.

Bahkan, ketika melewati lorong harus berdesakan dengan pengunjung lainnya yang hendak datang ke toko toko Pasar Tradisional Bojonegoro. Tawar menawar harga barang dagangan tidak terelakan antara penjual dengan pembeli.

Salah satu pengunjung bernama Yuni (43) yang berdomisili di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro mengatakan, berkunjung ke Pasar Kota Bojonegoro sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Setiap setahun sekali mendekati lebaran saya bersama suami dan juga dua anak saya selalu kesini (Pasar Tradisional Bojonegoro) karena harganya murah dan juga lengkap”, kata Yuni sambil melakukan tawar menawar dengan penjual pakaian, Minggu (07/04/2024).

Menurutnya, selain Swalayan atau Supermarket Pasar Tradisional Bojonegoro akan selalu menjadi destinasi pilihan para pengunjung, khususnya Masyarakat Bojonegoro untuk membeli Pakaian dan makanan menjelang Idul Fitri.

“Selain murah, disini juga selalu menjadi pilihan yang tepat ketika mendekati lebaran, karena selain bisa tawar menawar harga barang, di Pasar Tradisional Bojonegoro juga lengkap, seperti pakaian, makanan, bahkan emas emasan ada disini”, jelasnya.

Selain itu, momen keramaian menjelang Lebaran ini selalu menjadi panggung bagi pedagang di Pasar Tradisional Bojonegoro. Para pedagang mencatat peningkatan omset yang signifikan pada momen lebaran tahun 2024 ini.

Peningkatan omzet salah satunya dirasakan oleh pedagang pakaian di Pasar Tradisional Bojonegoro bernama Basuki (48). Dia mengaku mengalami peningkatan omzet sekitar dua kali lipat dalam waktu sehari jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

“Penghasilan naik sekitar dua kali lipat. Kalau hari biasa omzet standar lah,” kata Basuki saat ditemui di tokonya yang berada di lorong masuk Pasar Tradisional Bojonegoro.

Lebih lanjut Basuki menjelaskan, meningkatnya omzet penjualan pakaian sudah dirasakan sejak satu minggu sebelum lebaran.

“Seminggu sebelum lebaran daya beli masyarakat cukup tinggi. Peningkatan omzet ada namun tidak seperti sebelum covid”, jelasnya.

(Riz/red)