Kader Posyandu Ciptakan Produk Herbal Sehat untuk Anak Hebat, Cegah Stunting Lewat Inovasi Lokal

Bojonegoro, Suryanasional.com – Sebanyak 90 kader Posyandu dari lima desa di Kabupaten Bojonegoro, yakni Desa Mediyunan dan Bandungrejo Kecamatan Ngasem, Desa Kaliombo dan Pelem Kecamatan Purwosari, serta Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo, mengikuti Kompetisi Produk Sehat Posyandu yang digelar oleh PT Pertamina EP Cepu Zona 12 bersama mitra program Yayasan Paratazkia pada 23 Oktober 2025 di GOR Dolokgede (DOZS).

Kompetisi ini menjadi ajang bagi para kader dalam mengolah pangan lokal menjadi produk bernilai gizi tinggi sebagai langkah strategis mencegah dan menurunkan angka stunting.

Kegiatan tersebut juga merupakan bentuk nyata komitmen PT Pertamina EP Cepu dalam memberdayakan kader Posyandu agar semakin terampil dan inovatif.

KKader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui lomba ini, kami ingin mendorong mereka terus berinovasi, terutama dalam menciptakan menu makanan tambahan (PMT) yang sehat dan menarik bagi balita dan anak-anak,” kata Sudalhar, Manager Program “Ayo Cegah Stunting” dari Yayasan Paratazkia.

Beragam produk unik dan kreatif dipamerkan dalam kegiatan tersebut, menampilkan kekayaan tanaman obat keluarga (TOGA) yang diolah menjadi pangan sehat.

Beberapa inovasi menarik di antaranya :

Nugget Temulawak karya Posyandu Mawar 3 Desa Kaliombo,
Bakso Daun Kelor karya Posyandu Desa Pelem Kecamatan Purwosari,
Minuman Sari Kacang Hijau dari Posyandu Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem.
Produk-produk ini memanfaatkan bahan lokal kaya gizi yang dikenal sebagai superfood untuk mencegah kekurangan gizi.

“Kami ingin membuat camilan yang disukai anak-anak tapi tetap bergizi. Daun kelor kami haluskan dan campur ke dalam adonan bakso. Rasanya enak dan pasti disukai anak-anak,” kata Dasiyem, perwakilan Posyandu Desa Pelem.

Inovasi lain datang dari Posyandu Mekarsari Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo dengan produk “Healthy Gummy” berbahan herbal kunyit, jahe, serai, dan lemon.

Menurut Fitria Wulan, produk ini cocok untuk anak-anak karena bentuknya seperti permen dan rasanya manis segar dengan aroma lemon.

Dewan juri terdiri dari dr. Trika Rahmawati (dokter gizi), Ibu Mardiana (pakar obat tradisional Dinas Kesehatan), Ibu Sri Asih, dan Bapak Rahmat (penggiat TOGA). Penilaian mencakup kandungan gizi, kreativitas, rasa, dan manfaat produk.

Setelah melalui seleksi ketat, Posyandu Desa Bandungrejo berhasil meraih juara pertama dengan inovasi Minuman Sari Kacang Hijau. 

“Kami bangga dengan kreativitas para kader yang luar biasa. Inovasi seperti ini penting untuk mempercepat penurunan stunting. Harapannya, produk-produk ini tidak berhenti di sini, tapi bisa terus dikembangkan dan disosialisasikan ke masyarakat,” tutur Harto, perwakilan Kepala Desa Dolokgede.

Para pemenang menerima penghargaan berupa peralatan dan dana pembinaan untuk mendukung pengembangan produk mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kader Posyandu semakin termotivasi untuk terus berinovasi demi mewujudkan generasi Bojonegoro yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.(red).