Kepengurusan PCNU 2025-2030 Jadi Perbincangan, Mantan Bendahara PCNU Bojonegoro Turut Angkat Bicara

Bojonegoro – Kepengurusan Struktural Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro 2025-2030 usai dibentuk. Namun, alih-alih mendapatkan dukungan dan kepuasan, justru kepengurusan struktural tersebut, kini menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat.

Hal ini ditengarai, bahwa Struktur Kepengurusan PCNU Bojonegoro 2025-2030 itu, dinilai seolah-olah hanya diisi oleh keanggotaan dari satu Partai Politik (Parpol).

Dengan ramainya perbincangan struktur PCNU Kabupaten Bojonegoro masa periode 2025-2030 itu, Mantan Bendahara PCNU Bojonegoro, Musyafak turut mengomentari permasalahan tersebut.

Dirinya menyayangkan struktural PCNU Bojonegoro masa kepengurusan 2025-2030 ini, dinilai tidak sesuai akomodatif.

“Turut prihatin dan juga menyayangkan terutama dengan adanya struktural kepengurusan PCNU Bojonegoro 2025-2030 yang tidak sesuai akomodatif,” ungkapnya.

Dia menambahkan, struktur kepengurusan PCNU kali ini, tidak merangkul seluruh komponen elemen masyarakat. Bahkan, Ia juga merasa seakan PCNU tersebut, hanya diisi oleh satu Parpol saja.

Menurutnya, jika hendak memasukkan anggota dalam struktur Kepengurusan PCNU, seharusnya PCNU Bojonegoro harus meminta masukan dari lintas Partai Politik ataupun melakukan musyawarah terlebih dahulu.

“Sehingga, dapat mencegah dan meminimalisir permasalahan dalam pembentukan struktur kepengurusan PCNU Bojonegoro, jangan sampai membahayakan eksistensi NU di kalangan masyarakat,” terang Musyafak yang juga alumni dari Pesantren Kajen jawa tengah santri kinasih Mbah Kiyai Mutamakkin ini.(riz/red)