Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif 14 Universitas Bojonegoro sukses menyelenggarakan seminar pertanian yang inspiratif dan edukatif.
Acara yang berlangsung meriah, dengan tujuan untuk membekali petani lokal dengan pengetahuan dan inovasi di bidang pertanian organik, demi menyadarkan para petani tanpa ketergantungan pada pupuk kimia dan produktivitas hasil panen dan kesejahteraan mereka.
Seminar ini menghadirkan narasumber-narasumber hebat yang ahli di bidangnya dengan pembicara utama adalah Ibu Nina Nila Abida,S.P. seorang pakar terkemuka dari Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro.
Beliau membagikan wawasan mendalam mengenai kebijakan pertanian terkini, strategi peningkatan kualitas hasil panen, serta pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim dalam sektor pertanian.

Selain itu, seminar juga dimeriahkan oleh kehadiran perwakilan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Malo Bojonegoro, yang turut memberikan materi praktis dan mengajak para petani untuk praktek belajar membuat pupuk organik cair Photochyntetic Bacteria (PSB) dan Jamur Trichoderma.
Diskusi interaktif antara narasumber dan peserta menjadi daya tarik tersendiri, di mana para petani antusias bertanya dan berbagi tantangan yang mereka hadapi.
Bapak Kepala Desa Sukorejo, Bapak Didik Dwi Agung Supangadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen mahasiswa dalam berkontribusi bagi pembangunan desa, khususnya di sektor pertanian.
“Kami berharap seminar ini dapat menjadi pemicu semangat bagi para petani untuk terus belajar dan menerapkan inovasi dalam bertani, sehingga hasil panen mereka semakin melimpah dan berkualitas,” ujarnya.
Para peserta seminar, yang mayoritas adalah masyarakat kelompok tani Desa Sukorejo Kecamatan Malo Bojonegoro, menyambut baik inisiatif ini. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas ilmu dan wawasan baru yang mereka dapatkan. Dengan adanya seminar ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam praktik pertanian di Bojonegoro, menuju pertanian yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan.(red)






