Bojonegoro – Suasana malam kini nampak berbeda di setiap sudut-sudut Kecamatan. Lampu jalan menyala, beragam ornamen kiasan pun menambah keindahan, siap pula untuk menyambut para pemudik asal Kabupaten Bojonegoro dengan nuansa menarik, Jumat (27/02/2026).
Bertuliskan nama daerah wilayah, lampu hias ikonik ini semakin pula menambah roman keestetikan. Lewat lampu hias yang terpasang ini, bisa dibilang dapat memberikan nuansa baru bagi identitas kedaerahan tersebut.
Desain dari lampu hias ikonik ini pun beragam bentuk. Ada yang berbentuk Khayangan Api, Obor Sewu, adapula berbentuk Daun Jati. Selain terang, sekaligus jadi warna baru dikala malam hari menyambut.
Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum (PJU), Sarana, dan Prasarana Dinas PKP Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Sarifuddin mengatakan, pemasangan lampu hias ini bertujuan untuk menjadikan sebuah identitas visual kedaerahan yang kuat. Disisi lain juga dapat memacu denyut ekonomi warga sekitar.
Ia pun mencotohkan seperti halnya pemasangan lampu hias ikonik di Kecamatan Kedewan. Dampak paling nyata terlihat disitu, sejak lampu ikonik terpasang, kawasan tersebut kini bertransformasi menjadi pusat keramaian baru.
“Sentra ekonomi baru ini ditandai dengan munculnya kegiatan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night,” ujar Sarifuddin.
Bahkan, lanjut Uddin Ia akrab disapa, memasuki bulan Ramadan ini menjadikan nilai keberkahan di bulan suci. Selama Ramadan, area ini seolah-olah telah menjadi magnet bagi pedagang takjil dan UMKM.
“Menciptakan perputaran ekonomi yang lebih hidup bagi warga lokal, lewat interaksi jual beli yang terjadi,” ungkapnya.
Ia pula menjelaskan spesifikasi lampu hias ikonik itu, terdapat dua bagian sisi dalam lampu itu, masing-masing memiliki fungsi berbeda, tentu jumlah Watt juga berbeda.
“Bagian atas menggunakan LED 90 Watt untuk menerangi jalan utama, sementara bagian belakang berkekuatan 40 Watt dan difokuskan untuk kenyamanan pejalan kaki di area pedestrian kecamatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk pengoperasian lampu tersebut dapat menyesuaikan kondisi lapangan yang ada, dengan menggunakan sistem timer maupun foto cell yang otomatis, lampu ini pun dapat menyala saat cahaya matahari mulai meredup.
“Sehingga dapat memberikan nuansa yang baru dikala malam tiba,” terangnya.
“Hingga saat ini, lampu ikonik telah menghiasi hampir seluruh wilayah kecamatan, kecuali wilayah perkotaan yang memang memiliki konsep penataan berbeda,” tambahnya.
Kedepannya, Pemkab Bojonegoro berencana menambah titik pemasangan di lokasi-lokasi strategis lainnya. Rencananya akan ada tambahan di wilayah Kalianyar sebagai pintu masuk (selamat datang) Kota Bojonegoro. Kemudian Kecamatan Gondang, hingga area Jembatan Bojonegoro Tuban (TBT).
“Wilayah ini terbukti sangat potensial guna membuka ruang ekonomi yang baru antar wilayah dan bahkan antar Kabupaten,” tandas Sarifuddin.
Dengan penataan cahaya yang apik, Ia berharap Bojonegoro tidak hanya semakin cantik dipandang mata, melainkan pula dengan identitas budaya yang semakin kuat, akan tetapi dengan mampunya untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.(riz/red)






