Bojonegoro — SMKN 5 Bojonegoro melangsungkan pelepasan siswa-siswi kelas XII pada Kamis (8/5/2025) dalam suasana sederhana namun penuh makna. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini dihadiri oleh seluruh siswa kelas X, XI, XII, dewan guru, dan perwakilan orang tua siswa.
Pelepasan kali ini dilakukan mengikuti Surat Edaran Dinas Pendidikan Jawa Timur Nomor 000.1.5/1506/101.5/2025 yang melarang penyelenggaraan wisuda atau purnawiyata di tingkat SMA/SMK/SLB. Surat edaran tersebut diterbitkan untuk menghindari kegiatan yang berpotensi memberatkan orang tua atau wali murid.
Dalam sambutannya, Kepala SMKN 5 Bojonegoro, Firman Andik Saputro, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang telah berhasil melewati masa belajar tiga tahun. Ia berharap para lulusan dapat terus belajar dan mengembangkan diri di jenjang berikutnya, baik di dunia kerja maupun perguruan tinggi.
Acara dimulai dengan prosesi masuk siswa kelas XII, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, sambutan kepala sekolah, penyerahan simbolis ijazah dan SKL, hingga pelepasan atribut sekolah. Momen haru terjadi saat perwakilan siswa menyampaikan pesan dan kesan mereka selama bersekolah.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah saat pelepasan balon. Cefi Azmil Halwan, S.TP., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menjelaskan makna dari kegiatan ini. “Pelepasan balon menjadi simbol cita-cita yang tinggi. Harapannya, anak-anak mampu menggenggam impian mereka dan menggapainya di masa depan,” tuturnya.
Setelah acara berakhir, para siswa diarahkan untuk mengambil Surat Keterangan Lulus (SKL) di wali kelas masing-masing. Meski tak ada prosesi wisuda mewah, momen pelepasan ini tetap meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh lulusan.(red/lis)






