Muscab IX BPC Gapensi Bojonegoro, Bupati Wahono Dorong Rekanan Tingkatkan Skill Hingga Turut Andil di Bidang Oil and Gas

Bojonegoro – Badan Pengurus Cabang (BPC) Gabungan Pelaksanaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Bojonegoro menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IX periode 2026-2031, Rabu (29/07/2026).

Bertempat di Hotel Dewarna, Muscab kali ini mengusung tema ‘Sinergi Kuat Gapensi dengan Stakeholder dalam Membangun Bojonegoro Bahagia, Makmur dan Membanggakan’.

Turut hadir dalam Muscab ini, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Cipta Karya, Dinas PU SDA, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan Korwil Gapensi (Bojonegoro, Lamongan, Tuban dan Nganjuk), serta organisasi sejenis diantaranya Gapeksindo, Gapeknas Kabupaten Bojonegoro.

Ketua BPC Gapensi Bojonegoro periode 2021-2026, Yudhi Wahyumanaji mengatakan, Muscab ke-IX ini merupakan momentum yang sangat penting bagi perjalanan organisasi BPC Gapensi Bojonegoro.

Yudhi begitu Ia akrab disapa menambahkan, forum ini digelar bukan hanya sekedar agenda rutin lima tahunan, melainkan juga sebagai bentuk evaluasi, konsolidasi, sekaligus proyeksi untuk menghadapi dinamika dunia jasa konstruksi yang semakin menantang.

“Selaras dengan tema muscab kali ini, tema tersebut diambil bukan hanya sekedar slogan, melainkan komitmen nyata dan janji dari BPC Gapensi Bojonegoro untuk menyelaraskan arah pembangunan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” jelasnya.

Dalam menggapai komitmen itu, Ia mengajak seluruh anggota kepengurusan BPC Gapensi Bojonegoro yang nantinya terpilih pada Muscab ini, untuk terus menjaga sinergi dengan pemerintah daerah, sebab sinergi ini merupakan sebuah kata kunci yang paling tepat dalam menghadapi dinamika jasa konstruksi.

Persembahan kesenian Tari Obor Sewu dari UKM Kesenian Universitas Bojonegoro (Unigoro) turut meriahkan pembukaan Muscab ke-IX Gapensi Bojonegoro periode 2026-2031. Foto : Rizal Abdi.

Hal itu Ia maksud lantaran, Gapensi tidak dapat berjalan sendiri, Gapensi juga harus dituntut untuk membangun jembatan kolaborasi yang kokoh dengan pemerintah daerah selaku regulator, serta seluruh elemen pemangku kepentingan dalam menggapai komitmen bersama.

“Maka dari itu, Kita semua harus memastikan bahwa setiap infrasturktur yang kita bangun memiliki mutu yang tinggi, akuntabel, dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia berharap, kepada kepengurusan Gapensi Bojonegoro yang baru nanti, untuk terus dapat menciptakan infrastruktur yang baik, sebab melalui Infrastruktur tersebut merupakan pondasi utama dalam upaya menggerakkan ekonomi daerah.

“Dengan demikian, Gapensi Bojonegoro juga dapat turut andil besar dalam mewujudkan masyarakat Bojonegoro yang lebih bahagia, daerah yang lebih makmur, hingga capaian pembangunan yang membanggakan, baik di tingkat regional dan nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sangat mengapresiasi jalannya Muscab Gapensi Bojonegoro ke-IX. Pihaknya menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan para pengusaha lokal merupakan hal yang sangat penting, terlebih dalam menentukan arah infrastruktur kedepan.

Dalam menggapai kolaborasi itu, Bupati Wahono mengajak seluruh rekanan yang tergabung dalam Gapensi Bojonegoro ini untuk terus aktif dalam mengikuti perkembangan mekanisme pembangunan yang semakin hari mengedepankan teknologi.

Pihaknya berharap, Gapensi Bojonegoro ini bukan hanya sebuah organisasi untuk mencari pekerjaan, melainkan juga harus menciptakan para pengusaha jasa konstruksi di Bojonegoro yang berkompeten dan memiliki daya saing.

Hal itu, Ia kemukakan, sebab Kedepan akan ada banyak PR (pekerjaan rumah,red) yang harus dibenahi, PR ini tidak hanya terjadi di bidang infrastruktur, melainkan juga terjadi di APBD, terlebih disektor minyak dan gas.

Bupati Wahono saat memberi sambutan sekaligus membuka pelaksanaan Muscab ke-IX Gapensi Bojonegoro periode 2026-2031 secara simbolis. Foto : Rizal Abdi.

Maka dari itu, Dia mengajak seluruh rekanan untuk dapat meningkatkan skill dan kemampuan seiring berkembangnya arah pembangunan APBD Bojonegoro di sektor bidang minyak dan gas.

“Sebab, di Bojonegoro, saya belum pernah menemukan jasa konstruksi yang mempunyai spesifikasi engineering di bidang oil and gas, semua bermitra melalui KSO (kerja sama operasional,red),” ujarnya.

Sehingga, kedepan Ia menegaskan, bahwa Gapensi Bojonegoro akan selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam bersama-sama upaya untuk membangun profesioanalisme, kapasitas, serta meningkatkan kualitas para pengusaha lokal di bidang jasa konstruksi.

“Sinergi, kolaborasi, dan kerja sama ini harus terus dibangun dengan baik, saya siap untuk terus memfasilitasi, tapi harus konsekuen dan tanggung jawab,” tegasnya.

Masih ditempat yang sama, menanggapi hal tersebut Gapensi Bojonegoro sangat mengapresiasi langkah yang diambil Pemkab Bojonegoro. Yudhi mengatakan, upaya tersebut merupakan langkah dan harapan bagi para pengusaha lokal jasa konstruksi.

“Tentunya sangat mengapresiasi, seperti yang disampaikan dalam pidato Bupati tadi, ini menjadi harapan besar bagi kami untuk terus dapat mewarnai dan mendorong dalam keikutsertaan untuk berpartisipasi di bidang oil and gas,” ujarnya.

“Karena balik lagi, jika lelang kami harus terbentur dengan aturan-aturan dan banting-bantingan harga, sedangkan disektor oil and gas ini merupakan pekerjaan swasta. Sehingga, dapat menjadikan peluang bagi kami untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar memiliki kesempatan lebih besar untuk terlibat di sektor tersebut,” tandas salah satu calon kandidat Ketua dalam Muscab ke-IX Gapensi Bojonegoro periode 2026-2031 ini.(riz/red)