Muscab PKB Bojonegoro: Antara Target Kemenangan dan Konsolidasi Nyata Kader

BOJONEGORO, Sueyanasional.com — Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bojonegoro yang digelar di Dewarna Hotel, Sabtu (4/4/2026), menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah politik partai di tingkat daerah.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya , anggota DPR RI Dapil IX, DPRD Provinsi Dapil XII, jajaran pengurus DPW PKB Jawa Timur, Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Fraksi PKB DPRD Kabupaten, hingga pimpinan dan Bojonegoro. Tak ketinggalan, pengurus cabang, anak cabang, serta badan otonom (Banom NU) tanpak hadir di Muscab ini.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga semangat kolektif untuk memperkuat posisi politik PKB melalui kerja nyata. Menurutnya, target “melipatgandakan kemenangan” harus diwujudkan secara konkret melalui konsolidasi yang solid dan terarah.

“Spirit untuk melipatgandakan kemenangan menjadi penting untuk direalisasikan bersama,” kata Setyo Wahono.

Ia juga mengapresiasi langkah PKB Bojonegoro yang mulai mengarusutamakan konsep politik hijau, khususnya dalam isu pengelolaan sumber daya air dan pelestarian lingkungan. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, Wahono menilai PKB memiliki posisi strategis dalam dinamika politik daerah, sehingga diharapkan mampu terus menjaga peran dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan demokrasi yang sehat.

Sementata itu, Ketua DPC PKB Bojonegoro, Fauzan Fuadi, menegaskan bahwa Muscab menjadi titik penting untuk memperkuat soliditas internal partai. Ia mengajak seluruh kader menjaga komitmen dan meningkatkan kontribusi nyata dalam kerja-kerja politik di masyarakat.

“Momentum ini harus menjadi penguat untuk melipatgandakan kemenangan,” tegasnya.

Sementara ituAbdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Halim yang ewakili DPP PKB Bidang Politik Organisasi mengatakan, bahwa kekuatan PKB terletak pada basis akar rumput dan struktur partai yang hidup. Ia menekankan pentingnya menjalankan “politik kehadiran” dan “politik pelayanan” sebagai orientasi utama perjuangan.

Menurutnya, terdapat tiga ruang strategis yang harus dikuasai kader, yakni masyarakat, struktur partai, dan media sosial. Ketiganya dinilai saling berkaitan dalam membangun kekuatan politik yang efektif.

“Struktur harus hidup, kita harus hadir di tengah rakyat, dan mampu mengelola opini publik dengan baik,” ujarnya.

Muscab ini menjadi bagian dari upaya PKB Bojonegoro dalam memperkuat konsolidasi internal sekaligus menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi bagi masyarakat, dengan pendekatan politik yang adaptif dan berbasis kebutuhan publik.(red)