Pilkades PAW Sukorejo Bojonegoro Berlangsung Kondusif, Voting Jadi Mekanisme Penentu

Bojonegoro, Suryanasional.com – Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) Desa Sukorejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, memasuki fase paling menentukan melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dengan menghadirkan tiga calon kepala desa dan 92 peserta musyawarah yang memiliki hak suara.

Musdes merupakan mekanisme puncak dalam Pilkades PAW untuk menetapkan pemimpin Desa Sukorejo periode 2025–2027.

Setelah agenda pembukaan oleh BPD, proses pengambilan keputusan diserahkan kepada Panitia Pilkades yang diketuai Teguh Supriyadi, yang memimpin penuh jalannya forum hingga tahapan pemilihan.

Dinamika Musdes berlangsung cukup intens. Seluruh peserta terlebih dahulu diberi kesempatan menempuh jalur musyawarah mufakat, namun perdebatan yang berkembang tidak menghasilkan titik temu.

Sesuai ketentuan, forum kemudian menetapkan bahwa pemilihan kepala desa dilanjutkan melalui mekanisme pemungutan suara (voting).

Tiga calon yang berkompetisi dalam Pilkades PAW Sukorejo adalah :

  • Nomor Urut 1 : H. Syahli, S.H.
  • Nomor Urut 2 : Meyke Lelyanasari, S.Pd.
  • Nomor Urut 3 : Drs. H. Muhtarom.

Pelaksanaan Musdes turut dihadiri jajaran Forkopimcam: Camat Bojonegoro Mochlisin Andi Irawan, S.STP., M.M., Danramil Kapten Inf. Suko Maulono, dan Kapolsek Bojonegoro Kota AKP Agus Elfauzi. Pengamanan dilakukan oleh personel Kodim 0813, Polres Bojonegoro, dan Satpol PP, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.

Sejumlah warga yang hadir turut memberikan tanggapan atas jalannya Musdes. Slamet, warga setempat, menilai proses yang berlangsung sudah transparan dan memberi ruang kepada seluruh peserta.
“Prosesnya jelas, semua peserta diberi kesempatan bicara. Mufakat memang sulit, jadi voting itu pilihan paling adil. Yang penting suasananya kondusif,” ujarnya.

Sementara Agus yang juga warga setempat berharap kepala desa terpilih nantinya mampu memahami kebutuhan masyarakat secara nyata.

“Kami ingin pemimpin yang dekat dengan warga, yang mengerti soal bantuan sosial, pemberdayaan perempuan, dan persoalan infrastruktur. Semoga hasilnya membawa perubahan,” harapnya.

Ditinta menilai tensi Pilkades PAW kali ini memang cukup tinggi, namun patut diapresiasi karena tetap berjalan damai.

Warga secara umum berharap proses pemilihan dapat menghasilkan pemimpin yang mampu mempersatukan masyarakat, meningkatkan pelayanan desa, dan mengatasi isu-isu prioritas seperti akses jalan, administrasi desa, dan pemberdayaan ekonomi.

Musdes kemudian berlanjut pada tahap pemungutan suara oleh Panitia Pilkades hingga penetapan calon terpilih dan pengesahan hasil Pilkades PAW Desa Sukorejo.