PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro : Beri Wawasan Ekonomi Kreatif, Teknologi AI, Hingga Eksplorasi Kemampuan Mahasiswa

Bojonegoro – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) IKIP PGRI Bojonegoro Tahun Akademik 2026-2027 telah resmi digelar, giat tersebut berlangsung pada 31 Agustus 2026 dan 1 September 2026.

PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro kali ini mengusung tema TECHNOCRAFT : Crafting Future Skills through Creativity, Caracter, and Technology. Sebagaimana selaras dengan tema, PKKMB ini menghadirkan beberapa pemateri terkait, diantaranya Ketua TP PKK Bojonegoro dan Badan Riset Daerah (Brida) Bojonegoro. Selain itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IKIP PGRI Bojonegoro juga turut andil menjadi pemateri.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ima Isnaini T. R., M.Pd mengatakan, PKKMB ini dilaksanakan menjadi bagian dari pengenalan kehidupan akademik, sekaligus juga sebagai bekal dalam pembentukan keterampilan masa depan, melalui pemahaman wawasan kreativitas, karakter, serta teknologi.

Pihaknya menambahkan, selaras dengan tema, PKKMB ini juga bertujuan untuk terus mendorong mahasiswa guna memaknai pentingnya sistem perkuliahan saat ini.

“Kampus merupakan tempat untuk mengembangkan diri dan potensi, salah satunya adalah upaya dalam memberikan wawasan lebih mengenai ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Selanjutnya adalah perkembangan teknologi, salah satunya yang juga menjadi sorotan dalam pembahasan materi tersebut ialah teknologi buatan berupa artifical intelegence (AI). Dalam pembahasan itu mahasiswa didorong agar dapat memahami serta memanfaatkan AI dengan bijak di era digital.

Pihaknya menandaskan, bahwa mahasiswa didorong tidak hanya menjadi konsumen informasi digital saja, melainkan juga harus memanfaatkan teknologi dalam memperkuat kemampuan berpikir, beradaptif serta inovatif.

PEMAPARAN MATERI : PKMMB IKIP PGRI Bojonegoro hari pertama membahas beberapa materi, diantaranya Ekonomi Kreatif, Membangun Inovasi di tengah perkembangan teknologi AI, hingga Teknologi AI dalam lingkup perkuliahan.(istimewa)

Untuk diketahui, berbeda dengan hari pertama, pelaksanaan PKKMB di hari kedua mencakup seputar eksplorisasi kemampuan mahasiswa baru melalui minat terhadap sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang tersedia di IKIP PGRI Bojonegoro.

Pengenalan UKM ini, diharapkan menjadi wadah positif bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan hobi, keterampilan, atau potensi khusus lainnya, serta membantu mahasiswa mengenali potensi terbaik.

PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro ini diikuti 370 Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026-2027, ratusan mahasiswa baru itu berjuluk sebagai Laskar IPO Muda IKIP PGRI Bojonegoro.

Selama PKKMB berlangsung, ratusan mahasiswa baru terlihat serempak mengenakan atribut khas Obor Sewu. Menambah rasa antusias dalam berlangsungnya PKKMB.

Antusias ini begitu terasa saat Ketua TP PKK yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono turut hadir serta memberi semangat kepada mahasiswa baru di hari pertama pelaksanaan PKKMB.

Dalam kesempatan tersebut, Cantika Wahono juga hadir sebagai pemateri. Materi yang Ia bawa adalah mengenai pentingnya ekonomi kreatif bagi generasi muda.

Dihadapan para mahasiswa baru, Cantika Wahono mengajak para mahasiswa untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi masa depan dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan menciptakan nilai tambah.

TEKANKAN : Dalam pemaparan materinya, Cantika Wahono mengajak para mahasiswa untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi masa depan dengan kreativitas, inovasi, serta kemampuan menciptakan nilai tambah.(istimewa)

“Kita membutuhkan kreativitas, ide, dan karya yang memiliki nilai ekonomi. Kita tidak hanya membutuhkan orang-orang yang mencari pekerjaan, tetapi juga orang-orang yang mampu menciptakan pekerjaan,” ujarnya saat menghadiri PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro dihari pertama, Senin (31/08) kemarin.

Ia menjelaskan, bahwa ekonomi kreatif lahir dari perpaduan ide, pengetahuan, inovasi, serta kemampuan menciptakan nilai tambah. Berbagai sektor dapat dikembangkan melalui ekonomi kreatif, mulai dari fashion, budaya hingga teknologi.

“Terlebih, berbagai produk lokal Bojonegoro memiliki peluang besar untuk dikenal hingga pasar nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Semisalnya, mulai dari batik khas Bojonegoro. Sebuah kerajinan yang bersumber dari budaya lokal, hingga Dawet Ireng yang telah meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Ia juga menceritakan bahwa Kabupaten Bojonegoro memiliki kekayaan yang tergolong melimpah, mulai dari keunikan geologi, cerita rakyat, potensi geopark, hingga destinasi wisata.

Maka dari itu, Ia berharap mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro tidak hanya mampu menjadi generasi yang unggul secara akademik. Melainkan juga harus unggul kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan daerah.

Selain Cantika Wahono, dalam rangkaian kegiatan PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro juga menghadirkan dua narasumber lain. Yakni Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Bojonegoro Ardhian Orianto. Dirinya membahas terkait generasi inovatif dan adaptif di era AI. Lain itu, juga Ima Isnaiani, dalam pembahasannya, Ia juga mengupas tuntas tentang perguruan tinggi di era digital.(riz/red)