Bojonegoro – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 14 Universitas Bojonegoro (UNIGORO) melakukan revitalisasi di area Makam Wali Kidangan, sebuah situs sejarah yang terletak di Dusun Kidangan, Desa Sukorejo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melestarikan situs budaya dan meningkatkan kelengkapan fasilitas bagi peziarah.
Kepala desa Sukorejo, menjelaskan bahwa inisiatif ini didasari oleh pentingnya menjaga dan memperkenalkan situs bersejarah kepada generasi muda.
“Kami melihat potensi besar dari Makam Wali Kidangan, Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk melakukan revitalisasi agar tempat ini lebih terawat, nyaman, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.” ungkap Bapak Didik.
Berbagai perbaikan telah dilakukan oleh mahasiswa KKN, salah satunya adalah pemasangan plang jalan yang memuat informasi arah menuju makam.. Hal ini sangat membantu peziarah, terutama yang berasal dari luar daerah, untuk menemukan lokasi dengan mudah. Selain itu, untuk menjaga kebersihan lingkungan, beberapa tempat sampah juga telah ditempatkan di beberapa sudut strategis.

“Kebersihan adalah hal yang utama, apalagi di tempat yang dianggap sakral seperti makam,” Ujar Bapak Widodo selaku pengelola makam wali kidangan, “Kami berharap dengan adanya tempat sampah, kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan semakin meningkat.”
Identitas makam juga dipertegas dengan pemasangan tulisan “Wali Kidangan” di area arah masuk makam wali kidangan. Tulisan ini menjadi penanda yang jelas dan estetis. Selain itu, demi menjaga ketertiban, kelompok KKN juga membuat papan peraturan yang berisi tata tertib imbauan bagi para peziarah, seperti larangan merusak fasilitas dan anjuran menjaga kesakralan tempat.
Selain itu juga terdapat struktur pengelolaan makam wali kidangan dan dilengkapi dengan sejarah singkat makam wali kidangan yang dapat diakses melalui QR barcode.
Juru kunci makam wali kidangan, Bapak Suryanto, menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN-TK 14 UNIGORO ini. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan adik-adik mahasiswa. Fasilitas yang dibuat sangat bermanfaat dan membuat Makam Wali Kidangan menjadi lebih tertata rapi,” ujar Suryanto.
Beliau berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi pihak lain untuk turut serta melestarikan situs-situs bersejarah di Bojonegoro.
Dengan adanya revitalisasi ini, diharapkan Makam Wali Kidangan tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga pusat edukasi sejarah dan budaya yang terawat dengan baik. Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran aktif mahasiswa dalam pembangunan dan pelestarian warisan budaya di lingkungan sekitarnya.(red)







