Bojonegoro, Suryanasional.com – Rumah Aspirasi Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro menerima aduan dari warga Desa Kalirejo serta para pengguna jalan terkait keberadaan portal di jalan timur Universitas Bojonegoro (Unigoro).
Portal yang terpasang di depan salah satu toko bangunan tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan dan sudah seharusnya segera dicabut.
Seorang warga bernama Agus Suyono (46) menuturkan, portal itu telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan, bahkan sampai menelan korban jiwa.
Ia menilai, keberadaan portal di jalan umum tidak memiliki dasar yang jelas dan lebih banyak menimbulkan risiko daripada manfaat.
“Portal di depan Unigoro itu sudah sering makan korban. Kalau dibiarkan, bisa ada korban lagi. Kami mendesak pemerintah segera mencabut portal itu supaya pengguna jalan bisa lewat dengan aman,” ujar nya, Senin (4/11/2025).
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengguna jalan bernama Mamad (27), warga Kalirejo Rt 4 Rw 1 Kecamatan Bojonegoro . Ia menuturkan bahwa portal tersebut sering tidak terlihat jelas pada malam hari, terutama bagi pengendara yang datang dari arah timur.
“Kalau malam lampunya kurang, portal itu nyaris tidak kelihatan. Saya sendiri pernah hampir menabrak. Itu berbahaya sekali,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa portal tersebut seharusnya tidak berdiri di atas jalan publik karena mengganggu akses warga.
“Kalau portal itu untuk membatasi kendaraan berat, seharusnya ada solusi lain yang lebih aman. Jangan sampai keselamatan warga dikorbankan,” kata dia.
Menanggapi aduan warga, Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menyampaikan bahwa pihaknya melalui Rumah Aspirasi telah menerima laporan resmi dan akan segera menindaklanjutinya.
“Kami akan melakukan kajian internal bersama tim, kemudian menyampaikannya kepada Bupati dan OPD terkait. Prinsipnya, keselamatan masyarakat adalah hal utama,” ujar Ahmad Supriyanto.
Ia menambahkan, laporan tersebut juga akan dibahas bersama Komisi D DPRD Bojonegoro, yang membidangi infrastruktur dan keselamatan publik.
Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Bojonegoro (Unigoro), Mohammad Masyur, mengungkapkan bahwa pihak kampus sebenarnya sudah pernah mengusulkan agar portal itu dicabut. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak berwenang.
“Kami sudah pernah sampaikan agar portal itu dicabut karena rawan kecelakaan. Semoga dengan adanya perhatian dari Rumah Aspirasi Golkar dan DPRD, pemerintah segera mengambil tindakan nyata,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti persoalan ini dan mencabut portal yang dinilai membahayakan tersebut, demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.(red).






