Bojonegoro – Kepengurusan Struktural Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro 2025-2030 usai dibentuk. Namun, alih-alih mendapatkan dukungan dan kepuasan, justru kepengurusan struktural tersebut kini menjadi sorotan, Rabu (16/07/2025).
Kali ini sorotan datang dari salah seorang sesepuh ulama di Kecamatan Balen, KH. Mustofa, Dirinya menyayangkan kepengurusan struktural PCNU Bojonegoro itu dinilai tidak sesuai Akomodatif.
“Turut sedih dan prihatin melihat kondisi PCNU Bojonegoro, terutama dengan adanya struktural kepengurusan yang tidak sesuai akomodatif,” ujarnya.
Hal ini Ia sampaikan, lantaran struktural kepengurusan PCNU itu juga dinilai tidak merangkul semua komponen elemen masyarakat dan seakan kepengurusan tersebut hanya diisi oleh satu Partai Politik.
Oleh karenanya, Abah Yai Mustofa, begitu ia akrab disapa, mengungkapkan semestinya PCNU meminta masukan dari lintas Partai Politik jika hendak memasukkan orang-orang dalam struktural kepengurusan PCNU.
“Ini bahaya bagi eksistensi NU di tengah era Globalisasi keterbukaan dan Demokrasi,” ungkap Abah Yai Mustofa yang juga sesepuh Partai Gerindra Bojonegoro ini.(riz/red)






