Serupa Tapi Tak Sama, Seluruh Peserta Didik Baru di Bojonegoro Ikuti MPLS dan MATAMUDA

Bojonegoro – Serupa tapi tak sama, mungkin salah satu frasa yang tepat untuk mencerminkan suasana hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Jika, Satuan Pendidikan dibawah naungan Kementerian Pendidikan dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkenalkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Maka, Kementerian Agama (Kemenag) juga memperkenalkan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA).

Pada dasarnya, MPLS dan MATAMUDA memiliki fungsi yang sama, yaitu sebuah program dalam menyambut siswa baru, selain itu program ini juga dapat membantu siswa baru dalam beradaptasi dengan lingkungan belajar, budaya, dan tata tertib Sekolah/Madrasah.

Hanya saja, perbedaanya terletak pada instansi yang menaunginya, di mana MPLS diselenggarakan di sekolah umum. Sedangkan, MATAMUDA merupakan istilah yang digunakan di lingkungan madrasah atau sekolah berbasis keislaman.

Di Bojonegoro sendiri, pelaksanaan MPLS dan MATAMUDA telah serentak dilaksanakan. Dilaksanakan selama lima hari di minggu pertama Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Senin (13/07/2026).

PLt Kepala Cabang Dinas Pendidik Jawa Timur Wilayah Bojonegoro, melalui Kepala Seksi (Kasi) SMK Unsa Hudiana mengatakan, pelaksanaan MPLS dilakukan di lima hari pertama awal masuk tahun ajaran baru.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS kali ini mengusung tema ‘MPLS Ramah’. Sebagaimana maksud dari makna MPLS Ramah, Ia mengimbau bagi satuan pendidikan di wilayahnya untuk terus mendeklarasikan anti kekerasan, perundungan, intoleransi, dan penindasan terhadap murid baru.

“Serta harus ramah anak dan ramah lingkungan, sehingga para peserta didik baru mendapatkan rasa nyaman, aman dan bahagia dalam menyambut tahun ajaran baru 2026/2027,” jelasnya.

Adapun, Ia menuturkan, pelaksanaan MPLS terdiri dari pengenalan potensi, pengenalan warga sekolah, pengenalan lingkungan sekolah, pengenalan kurikulum dan unjuk karya.

Lain itu, materi utama dalam pelaksanaan MPLS adalah Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, Sopan dan Santun Bermedia Sosial, Budaya Senyum Salam Sapa Sopan dan Santu, Gerakan Indonesia Aman Sehat Resik Indah (Asri) serta Gerakan Rukun Sama Teman.

“Diharapkan MPLS Ramah tahun ini dapat sebagai fondasi untuk membentuk karakter dan kesiapan murid dalam menyambut tahun ajaran baru 2026/2027,” terangnya.

Senada, Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro Agus Anshori mengatakan, MPLS ini bersifat wajib bagi peserta didik baru.

MPLS RAMAH, MATAMUDA EDUKATIF : Sebagaimana maksud dari makna MPLS Ramah, untuk terus mendeklarasikan anti kekerasan, perundungan, intoleransi, dan penindasan terhadap murid baru. Serupa, prinsip pelaksanaan MATAMUDA harus Bersifat edukatif, interaktif, ramah anak, inklusif, dan menyenangkan.(ist/riz)

Hal itu, lanjut Ia, disebabkan dalam pelaksanaan MPLS para peserta didik baru nantinya akan dikenalkan seputar lingkungan sekolah, baik itu berupa pengenalan fasilitas, tata tertib, dan sistem belajar.

Terkait pelaksanaan, lanjut Agus Anshori, MPLS ini akan diikuti seluruh peserta didik baru, dan akan berlangsung di minggu pertama Tahun Ajaran Baru 2026/2027, tepatnya pada 13 Juli hingga 17 Juli 2026.

Berkenaan hal tersebut, Ia juga mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Bojonegoro ini diharapkan selama pelaksanaan MPLS nanti, harus berisi edukatif, menyenangkan dan inklusif.

“Sehingga, dalam pelaksanaan MPLS ini dapat membantu murid baru untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar sebelum mereka mengikuti seluruh tahapan pelaksanaan belajar mengajar di sekolah,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro melalui Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Sholihul Hadi mengatakan, Pelaksanaan MATAMUDA tahun ajaran baru 2026/2027 akan dijadwalkan berlangsung pada minggu pertama masuk sekolah.

Hal itu Ia maksud, lantaran tahun ajaran baru 2026-2027 akan dimulai pada 13 Juli. Artinya, para peserta didik madrasah baru ini juga akan mengikuti pelaksanaan MATAMUDA di hari yang sama.

“Para peserta didik baru ini akan mengikuti pelaksanaan MATAMUDA pada 13 Juli hingga 18 Juli besok, diikuti siswa baru jenjang RA, MI, MTs dan MA,” ujar Sholihul Hadi.

Ia meneruskan, pelaksanaan giat tersebut bersifat wajib. Hal itu dikarenakan melalui MATAMUDA ini, dapat membantu para peserta didik baru khususnya Madrasah di Bojonegoro untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar di Madrasah.

Selain itu, selama giat ini berlangsung, para peserta didik baru juga akan diperkenalkan dengan lingkungan madrasah, budaya madrasah, tata tertib, sistem pembelajaran, guru dan tenaga kependidikan, serta berbagai program unggulan yang dimiliki setiap madrasah.

Berkenaan itu, Ia mengimbau kepada seluruh lembaga madrasah, untuk menjadikan pelaksanaan MATAMUDA ini, sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan di madrasah sejak dini.

“Sehingga, diharapkan dapat terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan berlandaskan akhlakul karimah,” tandasnya.(riz/red)