Pasuruan,Suryanasional.com – Ada pemandangan tak biasa di ruang kerja Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini, Rabu (16/9/2026).
Jika biasanya ruang pimpinan dewan itu identik dengan meja besar dan kursi empuk yang berjarak, kali ini justru karpet digelar. Ruang formal itu disulap menjadi lesehan aspirasi, tempat cangkrukan santai antara wakil rakyat dan warganya.
Sekitar delapan warga yang terdiri dari anak-anak muda dan ibu-ibu dari Kecamatan Wonorejo, Rembang, Pohjentrek, dan Kraton tampak duduk melingkar di lantai bersama Zaini. Tanpa sekat, tanpa protokol kaku. Dialog mengalir cair, hangat, dan penuh kekeluargaan.
Cara ini sengaja dipilih Zaini untuk meruntuhkan dinding birokrasi.
“Berbagai aspirasi mereka sampaikan. Salah satunya usulan RTLH dan lainnya,” ujar Muhammad Zaini di sela-sela cangkrukan.
Menurutnya, kebutuhan akan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi keluhan yang paling mendesak disampaikan warga. Banyak rumah warga yang sudah lapuk, bocor, dan tidak sehat untuk ditinggali, namun belum tersentuh bantuan.
“Konsepnya lesehan dan cangkrukan diambil agar lebih simpel dan tidak ada sekat antara wakil rakyat dan masyarakat,” jelasnya.
Politisi yang dikenal dekat dengan warga itu menambahkan, aspirasi tidak harus selalu disampaikan di forum resmi yang kaku dan penuh seremoni. Justru dari obrolan sederhana di lantai itulah kejujuran dan kebutuhan riil masyarakat bisa terdengar lebih jernih.
“Dengan duduk sama rata, kita bisa saling mendengarkan. Saya bisa menangkap apa yang benar-benar dirasakan warga di bawah. Ini bukan soal gaya, tapi soal hati. Bagaimana wakil rakyat bisa benar-benar hadir dan merasakan,” imbuhnya.
Bagi Zaini, setiap masukan yang datang adalah amanah yang akan menjadi bahan perjuangan di parlemen. Semua usulan, terutama terkait RTLH, akan dicatat dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada di DPRD.
Lesehan aspirasi ini menjadi potret bahwa kantor wakil rakyat sejatinya bukan hanya gedung megah untuk bekerja, melainkan rumah besar rakyat. Ruang yang harus selalu terbuka untuk siapa saja, tempat berkeluh kesah, dan tempat merajut harapan agar pembangunan di Kabupaten Pasuruan benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.(An)






