Bojonegoro – Sebagai bentuk upaya guna meningkatkan peran mahasiswa dalam ruang strategis pengambilan keputusan di Tingkat Regional, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam (IAI) Al Fatimah Kabupaten Bojonegoro turut meramaikan acara kegiatan Temu Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nusantara) Jawa Timur Tahun 2025, Rabu (31/12/2025).
Giat yang dipusatkan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur ini digelar selama empat hari, tepatnya pada 22 hingga 25 Desember 2025. Agenda ini merupakan forum tertinggi BEM Nusantara tingkat daerah yang diikuti oleh berbagai delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Jawa Timur.
Adapun giat ini digelar dalam maksud tujuan memperkuat konsolidasi, mempererat silaturahmi, serta merumuskan arah gerakan mahasiswa ke depan. Opening Ceremony yang berlangsung khidmat di Pendhopo Sabha Swagata Banyuwangi itu menjadi acara Pembukaan, sekaligus dimulainya simbol dari seluruh rentetan agenda resmi Temu Daerah BEM Nusantara Jawa Timur 2025.
Selanjutnya, kegiatan dipusatkan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Ketenagakerjaan, Muncar, Banyuwangi, sebagai lokasi utama persidangan serta tempat inap para peserta selama kegiatan berlangsung.
Dalam forum persidangan dan konferensi daerah ini, para delegasi mengikuti berbagai agenda strategis. Diantaranya, pembahasan dinamika organisasi, evaluasi gerakan mahasiswa di tingkat daerah, hingga pemaparan isu-isu strategis yang berkembang di masing-masing wilayah.
Adapun juga Para koordinator wilayah dan perwakilan presiden mahasiswa ini secara bergantian menyampaikan kondisi sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebijakan publik di daerahnya guna dirumuskan menjadi agenda bersama yang nantinya akan segera dinasionalkan dan dijadikan dasar gerakan mahasiswa pada tahun 2026.
Selain agenda persidangan, Temu Daerah BEM Nusantara Jawa Timur 2025 juga diisi dengan kegiatan bertajuk ‘ekspedisi wisata dan kebangsaan’ dalam giat tersebut, menyasar ke sejumlah destinasi unggulan di Banyuwangi. Seperti, Djawatan Benculuk dan Pantai Pulau Merah.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan potensi alam dan pariwisata daerah, tetapi juga sebagai sarana penguatan solidaritas, kebersamaan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap kearifan lokal di kalangan mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAI Al Fatimah Bojonegoro, Miftahul Huda, M.Pd mengatakan, Keikutsertaan BEM IAI Al Fatimah Bojonegoro dalam forum ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung agenda konsolidasi mahasiswa di Provinsi Jawa Timur.
“Serta berperan aktif dalam ruang-ruang strategis pengambilan keputusan di tingkat regional,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Miftahul Huda.
Melalui penyelenggaraan Temu Daerah ini, Dirinya berharap, terbangun kesepahaman dan sinergi antar-BEM se-Jawa Timur dalam merespons berbagai persoalan bangsa, khususnya yang berkaitan dengan dunia pendidikan, kesejahteraan masyarakat, serta kebijakan publik yang berdampak langsung pada rakyat.
“Selain itu pula, Forum ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi mahasiswa sebagai agen perubahan yang kritis, solutif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” terangnya.
Dengan adanya kegiatan *Temu Daerah BEM Nusantara Jawa Timur Tahun 2025* ini semoga hasil-hasil yang diperoleh dapat menjadi landasan bersama dalam mengawal dan mengaktualisasikan gerakan mahasiswa.
“Guna mewujudkan Jawa Timur yang berkelanjutan, progresif, serta berlandaskan nilai-nilai kebangsaan,” tandasnya.(riz/red)






