Bojonegoro – Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Timur, KH Imanul Khaq dan Prof. Philipus menyebut bahwa, Dr. KH Tamam Syaifuddin M.Si telah sukses menahkodai FKUB Bojonegoro.
Hal ini Ia sampaikan saat memberi sambutan dalam kegiatan Sosialisasi tentang Kerukunan Umat Beragama di Era Post-Thurth yang di inisiasi langsung oleh FKUB Provinsi Jawa Timur dan Kesbangpol Jawa Timur, Sabtu (10/08/2025).
“Saat ini kami sangat mengapresiasi sekali program-program yang banyak dilakukan dan diterapkan oleh FKUB Bojonegoro, dibawah kepemimpinan KH Tamam Syaifuddin,” kata Wakil Ketua FKUB Jawa Timur.
Pihaknya menilai, Kyai Tamam begitu sapaan akrabnya telah mampu mendongkrak angka Indeks Kerukunan jjUmat Beragama di Bojonegoro hingga di angka 84,2%.
“Luar biasa, karena Kyai Tamam telah sukses menahkodai FKUB Bojonegoro,” terangnya.

Sementara itu, Kyai Tamam yang turut hadir serta menjadi pembaca doa dalam acara tersebut mengaku sangat senang, lantaran masih berkesempatan untuk turut mengikuti undangan sosialisasi Tentang kerukunan ummat beragama di era Post – Thurth.
“Alhamdulillah dapat menjadi perwakilan yang turut diundang oleh FKUB Jawa Timur dan Kesbangpol Jawa Timur,” terangnya.
Menjawab apreasiasi yang dilontarkan oleh FKUB dan Kesbangpol Jawa Timur itu, Dia mengungkapkan, bahwa keberhasilan dalam capaian program FKUB Bojonegoro ini bukan dikarenakan kehebatan salah seorang pemimpin.
Menurutnya, keberhasilan itu tercipta dari hasil kerja sama tim pengurus dan dukungan seluruh elemen masyarakat Lintas Agama di Kabupaten Bojonegoro.
“Serta, dukungan penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, terutama Bupati Wahono yang turut peduli akan hal tersebut,” ungkapnya.

Disamping hal itu, lanjut Kyai Tamam, dari Hasil Silahturahmi Nasional (Silatnas) FKUB dan lembaga keagamaan se Indonesia yang digelar di Jakarta kemarin, Dirinya juga menyampaikan beberapa hal penting.
Diantaranya, seperti dalam situasi dan kondisi krisis Global yang saat ini terjadi, Ia menilai jika situasi ini telah menunjukkan bahwa hal tersebut juga sangat memengaruhi seluruh sendi kehidupan bagi umat manusia.
Hal itu Ia sampaikan, sebab beberapa kejadian berupa krisis Politik, Ekonomi, Budaya Sains dan Technology yang begitu dahsyat serta cepat merambah hingga masyarakat paling bawah ini, merupakan suatu dampak negatif yang sangat rentan untuk memengaruhi kehidupan umat.
“Hal itu seharusnya dapat dibentengi dengan kehadiran salah satunya adalah FKUB di Lintas Daerah sebagai ujung tombak,” tandasnya.(riz/red)






