Bojonegoro – Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, bahwa mulai tahun depan jadwal keberangkatan seluruh Calon Jamaah Haji Kabupaten Bojonegoro akan beralih melalui Embarkasi Bandara Dhoho Kediri, Senin (13/07/2026).
“Telah beralih, mulai tahun depan dan seterusnya, seluruh Calon Jamaah Haji Bojonegoro akan berangkat menuju Arab Saudi melalui Embarkasi Dhoho Kediri,” ujar Kepala Kantor Kemenhaj Bojonegoro, Muh. Abdullah Hafith.
Ia mengungkapkan, peralihan keberangkatan seluruh Calon Jamaah Haji itu, besar kemungkinan disebabkan dengan minimnya akses penerbangan Bandara Juanda, karena tidak dapat melayani pesawat berbadan lebar.
“Fasilitas Bandara Dhoho ini dinilai sangat cukup, sebab dapat melayani penerbangan pesawat berbadan lebar, seperti pesawat boeing 777-300. Sehingga, keberangkatan akan langsung menuju Arab Saudi tanpa harus transit,” ungkapnya.
Hal lain, Lanjut Ia, juga disebabkan dengan overloadnya Embarkasi Juanda. Sehingga, menyebabkan terjadinya pemecahan jadwal keberangkatan bagi Jamaah Haji Jawa Timur.
“Embarkasi Dhoho diperkirakan akan melayani Jamaah dari wilayah eks Karesidenan Kediri dan Madiun, termasuk juga penambahan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro,” terangnya.
Terkait mekanisme Asrama Haji, Ia menuturkan, seluruh Jamaah Haji Bojonegoro juga akan difasilitasi asrama berupa hotel di sekitar lokasi Embarkasi Dhoho.
“Mulai tahun depan, seluruh Jamaah juga akan mendapatkan fasiltas Asrama Haji berupa hotel berbintang 4 disekitar lokasi Embarkasi Dhoho. Tentunya dengan tarif yang sama, tidak ada penambahan biaya,” tuturnya.
Selain perubahan keberangkatan, Dirinya juga menyampaikan adanya penambahan materi dalam Manasik Haji. Yakni, materi tentang seputar Kesehatan, yang telah dirancang melalui kerja sama Kemenhaj Bojonegoro dengan Dinas Kesehatan Bojonegoro.
“Sehingga, bagi jamaah yang akan berangkat di 2027 akan kami lakukan pembinaan kesehatan. Misal, bagaimana cara menjaga kesehatan sebelum dan sesudah keberangkatan, serta melakukan pengecekan kesehatan secara mendalam,” terangnya.
Hal itu digagas Kemenhaj Bojonegoro, sebagai upaya untuk menjaga kesehatan para Jamaah, sehingga di tahap cek kesehatan seluruh Jamaah benar-benar sehat dan siap berangkat tanpa kendala penyakit.
“Karena mayoritas Jamaah memiliki riwayat penyakit dalam, seperti darah tinggi dan kolesterol. Sehingga dengan penambahan Materi Kesehatan ini, kami dapat mengetahui penyakit lebih dini dan dapat ditangani sebelum Istithaah Haji,” tandasnya.(riz/red)






