Abdullah Umar : Masifnya Pembangunan Infrastruktur Merupakan Implementasi Menuju Bojonegoro Maju

Bojonegoro, Suryanasional.com – Periode pemerintahan Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah dan Wakil Bupati Budi Irawanto. hampir memasuki periode ketiga. Ragam sorotan publik menjadi dinamika perjalanan Bupati wanita pertama di Bojonegoro dalam upayanya meniadakan kesenjangan pembangunan antara desa dan kota. Termasuk mencakup wilayah terisolir maupun terpencil.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar berpendapat, selama ini Pemkab Bojonegoro telah berhasil membuat perubahan besar dalam pembangunan di Bojonegoro, salah satunya masifnya pembangunan infrastruktur jalan.

“Di masa kepemimpinan Bupati Anna Mu’awanah ini, dimulai tahun 2019 terdapt 64 titik jalan cor dengan panjang 190 Km pada. Selanjutnya tahun 2020 membangun 136 Km , dilanjut sepanjang 114 Km. Sementara tahun ini ada 190 Km. Total sepanjang 440 Km jalan cor di Kabupaten Bojonegoro,” kata Abdullah Umar.

Menurutnya, munculnya pro dan kontra dalam pelaksanaan pembangunan di sebuah daerah merupakan hal yang lumrah.

“Menurut saya, dalam membangun sesuatu, terutama ada kaitannya dengan infrastruktur pasti ada kurang dan lebihnya, ini yang terus kami kawal,” tegas politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Namun, lanjutnya, kondisi dinamika di masyarakat sekarang ini diharapkan bisa menjadi motivasi kinerja pemerintahan Bojonegoro yang telah menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai fokus dan prioritas utama.

“Dengan kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kurang lebih sebesar Rp6 triliun, sudah seharusnya pembangunan infrastuktur diutamakan,” tandasnya.

Umar menegaskan, jika infrastruktur dan kondisi ekonomi selalu berjalan berdampingan. Banyak dampak positif yang dirasakan masyarakat Bojonegoro. Dengan adanya pembangunan infrastruktur terlebih di masa Pandemi Covid-19, banyak tenaga yang terserap terutama dalam mengakomodir banyak karyawan atau pekerja yang dirumahkan.

“Ada banyak tenaga kerja lokal Bojonegoro yang diberdayakan dalam proses pelaksanaan pekerjaan infrastruktur, seperti pekerjaan jalan, jembatan maupun pekerjaan fisik lainnya,” tandasnya.

Data yang didapat dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang menyebutkan, tahun 2021 telah mengalokasikan anggaran untuk proyek peningkatan jalan dengan kontruksi cor beron sepanjang kurang lebih 189,8 Km dengan pagu anggaran Rp970,95 miliar yang terbagi 63 paket pekerjaan yang tersebar di seluruh wilayah Bojonegoro.

Menurut Umar, jika pekerjaan fisik sekarang ini tentu memberi kesempatan bagi pengusaha, suplier, dan masyarakat luas untuk terlibat. Kenapa? selain keterlibatan mereka dalam pekerjaan, juga adanya peningkatan infrastruktur tentu dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi termasuk bagi daerah terpencil juga terisolasi.

“Masyarakat kini mudah untuk menjual hasil pertaniannya, mudah menuju pasar untuk berdagang, mudah mengakses ke sekolah, menuju puskemas atau rumah sakit, dan masih banyak lagi,” tegasnya,

Besarnya manfaat pembangunan infrastruktur di Bojonegoro, menurut Sekretaris PKB ini masih pula membuat beberapa orang melakukan kritikan.

Namun menurut Unar, hal itu sangat wajar.Sebaliknya kritikan bisa menjadi masukan bagi Pemkab Bojonegoro untuk berhati-hati dan tetap mengutamakan mutu serta kualitas bangunan.

Abdullah Umar berharap, jika melalui percepatan pembangunan infrastruktur secara lebih merata di seluruh Kabupaten Bojonegoro, nantinya dapat tercipta konektivitas yang kuat di desa, diantaranya menurunkan biaya logistik, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan bermuara pada peningkatan daya saing dan stimulus pertumbuhan ekonomi guna mencapai Bojonegoro produktif dan energik.(Tim/red).