Aplikasi e-Mamin dan e-MBLB Berikan Kemudahan Bagi Wajib Pajak

Bojonegoro, Suryanasional.com – Aplikasi Elektronik-Makan dan Minum (e-Mamin) dan Aplikasi Elektronik-Mineral Bukan Logam dan Batuan (e-MBLB) yang dilaunching Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah tahun lalu terbukti telah berhasil memudahkan pelayanan pajak dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bojonegoro.

Saat ini Aplikasi E-Mamin dan e-MBLB telah resmi digunakan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemeribtahan desa/kelurahan dan Lembaga Penerima Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Bojonegoro dalam pembayaran pajak.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Ibnu Suyuthi saat memberikan penjelasan dalam launching Konfirmasi Status Wajib Pajak Daerah (KSWPD) lantai.4 Gedung Pemkab Bojonegoro.

Kepala Bapenda Kabupaten Bojonegoro, Ibnu Suyuthi mengatakan bahwa pemanfaatan aplikasi E-Mamin telah memasuki pertengahan bulan kedua tahun ini, tercatat 30% dari total OPD telah melaporkan pajak Mamin hingga minggu kedua bulan Februari tahun 2021.

“Sementara untuk desa/kelurahan serta lembaga pendidikan penerima dana Bos angkanya belum signifikan yaitu 10%. Hal ini disebabkan pembayaran mamin yang bersumber dari APBDes dan dana Bos biasanya dibayarkan pada akhir tahun anggaran,” kata Ibnu Suyuthi.

Target pembayaran pajak oleh OPD hingga pertengahan bulan ini masih perlu ditingkatkan. e-Mamin dan e-MBLB adalah strategi Pemkab Bojonegoro untuk tetap produktif dan aman dimasa pandemi. Selain itu, lanjut Ibnu, hak ini pastinya akan menumbuhkan sikap transparan dan akuntabel terkait pembayaran pajak daerah.

“Sebagaimana arahan Bupati Bojonegoro agar pembayaran pajak dijalankan secara tertib tanpa terkecuali. Maka efektifitas dan efisiensi waktu dapat diperoleh oleh semua pihak,” kata Ibnu Suyuti.

Memaksimalkan perkembangan teknologi sebagai penatausahaan pajak daerah baik dari sisi pelaporan, penetapan sampai penagihan adalah alat bantu yang sesuai di era sekarang dan dimasa pandemi seperti ini.

Hal ini, lanjut Ibnu, sekaligus untuk menggali sumber-sumber pendapatan daerah yang bersumber dari pajak daerah dalam mendukung semangat kemandirian keuangan daerah.

“Aplikasi ini termasuk Pengembangan Fitur dari yang sebelumnya. Kami siap mendukung kelancaran penggunaan aplikasi ini, dan harapannya terbangun kerja sama yang baik,” kata Ibnu Suyuthi.(Lex/red).