Bojonegoro – Institut Agama Islam (IAI) Al-Fatimah Bojonegoro bersama dengan BPJS Kesehatan Bojonegoro menyelenggarakan Kuliah Perdana dengan agenda Kuliah Dosen Praktisi pada Senin (07/09/2026).
Adapun dalam agenda Kuliah Praktisi tersebut dihadiri oleh Dosen Praktisi yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Dr. Wahyu Giyanto, SE.,SH.,MM., CPM,CT,AAK. Dirinya juga tercatat sebagai salah satu Dosen di IAI Al-Fatimah Bojonegoro.
Mengawali sambutan, Dr. Wahyu Giyanto menyampaikan salut dan juga bangga, hal itu Ia sampaikan, sebab di Kabupaten Bojonegoro terdapat satu kampus hebat meski terbilang masih tiga tahun berdiri.
Kesalutannya itu datang bukan tanpa sebab, Ia menilai IAI Al-Fatimah Bojonegoro menjadi salah satu kampus yang tersistematis, dikarenakan sistem pengelolaan serta manajerialnya tergolong sangat bagus.
“Apalagi Rektor beserta jajaran, bahkan para dosennya masih sangat muda, dengan ditambah SDM yang unggul dan berkualitas, menjadikannya IAI Al-Fatimah Bojonegoro kampus yang hebat,” ungkapnya.
Oleh karenanya, Dirinya menyakini kedepan IAI Al-Fatimah Bojonegoro akan menjadi kampus yang luar biasa di Bojonegoro. Hal itu Ia sampaikan, selain aspek akademisi, IAI Al-Fatimah juga terletak di lokasi yang cukup strategis. Di tengah Kota. Beragam akses dapat dilalui. Bisa via transportasi umum, terminal bus, bahkan stasiun kereta api.



Dalam Kuliah Praktisi tersebut, Ia juga mengaku sangat senang lantaran dapat bertemu dengan mahasiswa dari berbagai asal daerah, mulai dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Madiun, Blora, bahkan luar Jawa.
Melalui kesempatan itu, Ia mengajak seluruh mahasiswa dalam kesiapannya untuk menghadapi segala dinamika yang terjadi, terutama di era globalisasi, digitalisasi, serta global ekonomi politik.
“Mari kita hadapi segala dinamika tersebut dengan melatih kedisiplinan ilmu, serta skill yang memadai meski dengan pengaruh cuaca ekstrim yang terjadi saat ini,” ajaknya.
Dengan tetap menjaga kesehatan, diharapkan dapat melahirkan para generasi muda yang bukan hanya hebat, namun dengan tetap menjaga kesehatan bersama, baik itu berupa sehat jasmani ataupun sehat rohani.
“Setuju dengan dawuh dan petuah dari Pak Kiyai Tamam selaku pendiri IAI Al Fatimah. Karena, badan yang sehat juga terdapat jiwa yang kuat. Semoga IAI kita ini, segera menjadi Universitas yang unggul serta mendunia,” tukasnya.
Rektor IAI Al-Fatimah Bojonegoro, Abdul Hamid, M.Pd menyatakan bahwa melalui kesempatan tersebut, juga telah dilakukan MoU (Memorandum of Understanding,red) dengan BPJS Kesehatan bojonegoro dalam berbagai bidang.


“Hal ini sebagai bentuk upaya untuk terus berkolaborasi, sinergi, dan mengembangkan prodi-prodi baru, terutama di bidang Kesehatan Masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pendiri Kampus IAI Al-Fatimah Bojonegoro, Dr.KH.Tamam Syaifuddin. M.Si menyambut senang dan salut dengan kerjasamanya BPJS Kesehatan bojonegoro dengan IAI Al-Fatimah.
Hal ini tentu, Kyai Tamam, begitu Ia akrab disapa, menunjukkan bahwa IAI Al Fatimah benar-benar menjadi kampus milenial, independen, terdepan dan terpercaya. Melalui wadah dapat berekspresinya gen Z di era digitalisasi, globalisasi, serta multidimensional saat ini.
Selain Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, giat tersebut dihadiri pula Ketua Forum Kabupaten Sehat Bojonegoro, drg Sofwan solihin.
“Kita doakan beliau pak Dr.Wahyu giyanto dan pak drg. Sofwan Solihin diberikan sehat, umur panjang, sukses karirnya, serta tetap menjadi orang-orang yang hebat,” doa Kyai tamam yang juga pembina RMI PWNU Jawa Timur.
Kuliah Praktisi ini kemudian ditutup dengan pengukuhan Satgas Kampus Sehat Tanpa Rokok dan Vape oleh drg. Sofwan Solihin selaku Ketua Forum Kabupaten Sehat.(riz/red)








