Bojonegoro, Suryanasional.com –
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) 26 Universitas Bojonegoro (Unigoro) melakukan inovasi promosi seni budaya lokal dengan memanfaatkan teknologi digital. Kegiatan ini dilakukan di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini meruapakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan melestarikan sekaligus memperkenalkan seni tayub kepada generasi muda dan khalayak yang lebih luas.
Seni tayub, sebagai salah satu warisan budaya khas Bojonegoro, dikenal sebagai tarian tradisional yang sarat makna dan filosofi. Namun, seiring perkembangan zaman, eksistensinya mulai tergeser oleh hiburan modern.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKNTK 26 berinisiatif melakukan digitalisasi promosi tayub melalui pembuatan konten video dokumenter, media sosial, hingga platform digital lainnya.
“Kami ingin seni tayub tidak hanya dikenal oleh warga sekitar, tetapi juga bisa diakses oleh masyarakat luas, terutama generasi muda yang lebih akrab dengan media digital,” kata Deni, Ketua KKNTK-26 Unigoro.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan para pelaku seni tayub, mendokumentasikan proses latihan, hingga menampilkan pertunjukan dalam format video kreatif. Seluruh materi kemudian dipublikasikan melalui YouTube, Instagram, dan TikTok dengan harapan menjangkau audiens yang lebih luas dan lintas generasi.
Sementara itu, Kepala Desa Jono, Ibu Hj.Henis Meindrawati S.Pd , menyambut baik inisiatif tersebut. Dirinya berharap kesenian tayub bisa dikenal luas.
“Kami sangat bangga dan mendukung penuh upaya anak-anak mahasiswa ini. Semoga tayub bisa terus lestari dan dikenal hingga ke luar daerah,” kata Hj.Henis Meindrawati.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Bojonegoro tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga menjadi jembatan antara budaya lokal dan dunia digital. Promosi seni tayub secara digital ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali semangat cinta budaya di era modern.










