Bojonegoro – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Plus Al Fatimah Bojonegoro menggelar Pembinaan dan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta Deep Learning, pelatihan yang bertempat di Aula MTs Plus Al Fatimah Bojonegoro ini telah sukses digelar pada Senin (03/11/2025) kemarin.
Dengan menghadirkan narasumber dari pengawas MTs Kemenag Bojonegoro, giat ini digelar dalam rangka memberikan wawasan sekaligus teknik pembelajaran dengan kurikulum terbaru dibawah naungan Kemenag RI, yakni Kurikulum Berbasis Cinta.
M Ali Mustofa S Pdi mengatakan bahwa dalam Workshop itu diikuti para Ustadz dan Ustadzah yang mengajar di MTs Plus Al Fatimah dengan menghadirkan narasumber dari Pengawas MTs Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro.
“Workshop ini bertujuan untuk memberikan pembinaan kepada para Ustadz dan Ustadzah yang mengajar di jenjang pendidikan Madrasah khususnya MTs Plus Al Fatimah Bojonegoro,”kata M Ali Mustofa S Pdi.
Ia menambahkan, bahwa sehingga para Ustadz dan Ustadzah itu bisa mengarahkan anak didik untuk mencintai Alloh dan Rasul-Nya.

“Selain mengarahkan untuk mencintai Alloh dan Rasul-Nya juga untuk menciptakan pendidikan yang ramah anak serta membentengi dari sikap perundungan,” ujar Kepala MTs Plus Al Fatimah Bojonegoro.
Sementara itu, Penarasumber dari MTs, H Muhibbin S Ag M Pdi pengawas MTs dari sangat mengapresiasi kegiatan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning yang di laksanakan MTs Plus Al Fatimah Bojonegoro.
“Saya sangat mengapresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan oleh MTs Plus Al Fatimah Bojonegoro, baik itu MTs Plus Al Fatimah khusus Putra maupun MTs Plus Al Fatimah khusus Putri yang diikuti para Ustadz dan Ustadzah serta para Stafnya”, jelasnya.
Menurutnya, Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning merupakan langkah tepat dan maju bagi lembaga pendidikan terlebih MTs Plus Al Fatimah Bojonegoro ini yang baru berdiri 1 tahun.
“Baru berdiri 1 tahun dan di tahun pertamanya berdiri sudah sangat luar biasa dan show fos gebrakannya sangat profesional serta strategis luar biasa MTs Plus Al Fatimah”, terangnya.
Dirinya menyatakan bahwa saya selaku pengawas sangat salut dan bangga apalagi di bawah asuhan Pak Dr KH Tamam Syaifuddin M Si.

“Dr KH Tamam Syaifuddin M Si itu merupakan tokoh profesional yang sudah handal di kalangan dunia pendidikan mulai tingkat regional hingga nasional juga akademisi lulusan doktor di bidang Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya,” ungkapnya sambil berapi api mengidolakan Dr KH Tamam Syaifuddin M Si.
Sementara itu, Ansachul Balaya ST M Pd, Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al Fatimah menyambut baik kegiatan ini karena Workshop Kurikulum Berbasis Cinta penting bagi para penyelenggara pendidikan dan tenaga kependidikan.
“Workshop ini sangat penting bagi penyelenggara pendidikan sehingga penyelengara pendidikan lebih memahami arah kebijakan terbaru terkait Kurikulum Berbasis Cinta,”ungkap Ansachul Balaya ST M Pd yang karib dipanggil Gus Aan.
Gus Aan yang merupakan putra mahkota Kyai Tamam saat ini menjadi Mahasiswa Pascasarjana S3 Unesa menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan perubahan kurikulum K 13 dan Kurikulum Merdeka.
“Kurikulum K 13 dan Kurikulum Merdeka dulu harus di fahami para guru untuk lebih meningkatkan kompetensi akademik sekaligus profesionalitas nya guna menjawab problematika dan tantangan dunia pendidikan saat ini yang begitu kompleksitas nya,” pungkas Gus kata gus Aan yang juga menjabat Wakil Bendahara PCNU Bojonegoro.(riz/red)












