BOJONEGORO, Suryanasional.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab), dinamika internal (PKB) Bojonegoro mulai menghangat. Namun, seluruh proses yang berjalan diharapkan tetap dimaknai dalam semangat Ukhuwah dan Ittihad guna menjaga kebersamaan antar kader.
Muscab yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (04/04/2026) ini menjadi momentum penting pasca Muktamar PKB di Bali, khususnya dalam memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat daerah. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) diketahui mengambil peran strategis dalam proses penjaringan hingga penentuan calon ketua.
Sekretaris DPC PKB Bojonegoro, H.Abdulloh Umar, menegaskan bahwa seluruh tahapan dilakukan secara terukur dan penuh pertimbangan.
“DPP melakukan pengamatan, pemantauan, dan penjaringan calon. Hasilnya nanti akan dibacakan dan dimintakan persetujuan di forum Muscab,” ujar kader militan PKB yang memperoleh suara tertinggi (17.387 suara) dalam Pileg 2024 di Bojonegoro, Jumat (03/04/2026).
Ia menjelaskan, proses tersebut merupakan ikhtiar untuk menghadirkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga memiliki kapasitas dan integritas. Para calon nantinya akan melalui tahapan Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK) dengan melibatkan pihak independen dari kalangan perguruan tinggi.
“Setelah nama-nama calon ditetapkan, nantinya akan dilakukan UKK oleh DPP dengan menggandeng pihak ketiga dari perguruan tinggi. Hasilnya akan digodok kembali oleh DPP sebelum diputuskan,” lanjutnya.
Di tengah belum diumumkannya nama-nama kandidat hingga menjelang Muscab, Umar mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga suasana kondusif dan tidak berspekulasi berlebihan.
“Kami berharap semua kader bisa menyikapi proses ini dengan tenang. Ini bagian dari mekanisme organisasi yang harus kita hormati bersama. InsyaAllah semuanya sudah melalui pertimbangan yang matang,” kata peraih penghargaan Pemimpin Inovatif Asia Global Award 2025 di Bali atas kepemimpinan yang responsif tersebut.
H. Abdulloh Umar juga menekankan bahwa perbedaan pandangan dalam dinamika organisasi merupakan hal yang wajar, selama tetap berada dalam koridor kebersamaan.
“Yang terpenting adalah menjaga persatuan. Siapa pun yang nanti ditetapkan, itu adalah pilihan terbaik untuk kemajuan partai. Mari kita terima dengan lapang dada dan tetap solid,” katanya.
Menurutnya, Muscab bukan semata ajang pergantian kepemimpinan, melainkan ruang memperkuat komitmen bersama dalam membesarkan partai di daerah.
“Muscab ini momentum kita untuk semakin menguatkan barisan. Dengan semangat ukhuwah dan Ittihad, kita berharap hasilnya membawa kebaikan bagi seluruh kader dan masyarakat,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, proses Muscab diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga mempererat soliditas internal serta memperkuat peran Bojonegoro dalam menjawab tantangan ke depan.(red)






