Bojonegoro – Libur awal Ramadhan telah berakhir, seluruh pelajar di Bojonegoro kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti sedia kala. Mereka bersekolah sembari pula berpuasa, Senin (23/03/2026).
Seperti halnya yang dilakukan oleh pelajar SMK Negeri 3 Bojonegoro, para pelajar ini melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti sedia kala. Bersemangat, meski menahan hawa nafsu tatkala menunaikan ibadah puasa.
Kepala SMK Negeri 3 Bojonegoro, Firman Andik melalui Waka Humas mengatakan, dalam hari pertama masuk pasca libur awal ramadhan kemarin, para pelajar cukup antusias mengikuti pelaksanaan belajar mengajar di kelas.
Dalam sistem pembelajaran yang berlangsung ini, SMK Negeri 3 Bojonegoro juga menerapkan metode pembelajaran Ramadhan Berdampak. Hal ini bertujuan untuk menerapkan kegiatan-kegiatan positif serta menumbuhkan nilai-nilai kerohanian para pelajar selama ramadhan.
“Para siswa ini kami anjurkan untuk menerapkan nilai-nilai kegamaan, seperti membaca Al-Quran dan kajian keislaman singkat. Dua hal kebiasaan itu dilakukan sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di kelas,” katanya.
Ramadan Merupakan Momentum yang Tepat untuk Membentuk karakter Para Siswa
Setelah para pelajar melaksanakan pembelajaran dari rumah pada 18-21 Februari kemarin, para pelajar ini mengawali kegiatan belajar mengajar di bulan ramadhan. Tepat pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026.
Selama periode ini berlangsung, selain kegiatan akademik, dianjurkan pula pelaksanaan kegiatan yang meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.
Hal ini pun mengacu pada surat yang tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan efektif sekaligus mendukung penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik selama Ramadan.
Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Bojonegoro dan Tuban, Unsa Hudiana membenarkan hal itu. Ia mengatakan, bulan ramadan merupakan momentum yang tepat untuk membentuk karakter, memperkuat iman dan takwa, serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial yang kuat bagi para pelajar.
“Bagi peserta didik beragama Islam dianjurkan mengikuti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman. Sementara, bagi peserta didik beragama selain Islam, dianjurkan mengikuti kegiatan bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaannya,” katanya.
Dalam momen yang tepat ini, Dia pun juga memperkenalkan metode pembelajaran Ramadhan Pendidikan Berdampak. Ada empat poin penting dalam metode itu.
“Diantaranya, metode pembelajaran menguatkan spiritualitas, meningkatkan produktivitas, menebar kepedulian dan mendorong inovasi,” ujar Unsa.
Dia menjelaskan, empat metode ini dimaksudkan, seperti halnya melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berdampak positif. Dalam metode menguatkan spiritualitas ini, para lembaga satuan pendidikan di Bojonegoro dianjurkan melaksanakan kegiatan pondok ramadhan, dan dianjurkan pula para pelajar untuk membaca Al-Quran setidaknya 15-30 menit sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar di kelas.
Kemudian, metode pembelajaran meningkatkan produktivitas. Dalam metode ini, dianjurkan para pelajar membuat desain kartu berupa ucapan hari raya idul fitri dengan se-kreatif mungkin.
Selanjutnya, metode pembelajaran menebar kepedulian. Dalam metode ini, para pelajar dianjurkan melaksanakan kegiatan berupa bakti sosial terhadap lingkungan dan sesama masyarakat sekitar, kemudian melaksanakan berbagi takjil sembari mengkampanyekan aksi Zero Plastic.
Terakhir, metode pembelajaran mendorong inovasi. Dalam metode ini serupa dengan metode meningkatkan produktivitas, para pelajar ini dianjurkan membuat konten ramadhan, memperlihatkan nilai-nilai kerohanian selama berpuasa, serta membuat sebuah kaligrafi se-menarik mungkin.
“Keempat metode ini merupakan langkah upaya untuk meningkatkan kreativitas dan menumbuhkan nilai kerohanian para pelajar di Bojonegoro selama ramadhan berlangsung. Ramadhan bukan alasan untuk melambat, melainkan momentum untuk memberikan manfaat lebih luas,” tandasnya.(riz/red)












