Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggelar sosialisasi Pra Konstruksi Pembangunan Tanggul Sungai (MH.Tamrin-Sosrodilogo)-(Sosrodilogo-Jetak) dan rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Migas di Kawasan Perkotaan.
Sosialisasi pembangunan tersebut berlangsung di Balai Kelurahan Jetak, pada Jumat (11/09/2026) siang. Giat sosialisasi tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Bojonegoro, Kepala Dinas PU SDA, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perwakilan Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Serta seluruh warga masyarakat terdampak konstruksi tersebut.
Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Retno Wulandari mengatakan, pembangunan tersebut di inisiasi Pemkab Bojonegoro sebagai upaya untuk terus melakukan pemerataan kawasan perkotaan, sekaligus menjadikan penguatan identitas dari Kabupaten Bojonegoro.
“Dengan tetap menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, serta tetap mengedepankan keestetikaan kota Bojonegoro,” Katanya.
Pihaknya menjelaskan, pembangunan tanggul sungai di Jalan MH.Tamrin tersebut akan meliputi dua paket konstruksi, diantaranya Tanggul (MH. Tamrin-Sosrodilogo) dan Tanggul (Sosrodilogo-Jetak).
Masing-masing paket itu, kata Dia, meliputi berupa pembangunan tanggul baru di (MH.Tamrin-Sosrodilogo) tersebut melingkupi membongkar tanggul lama dilanjutkan membangun tanggul baru, dengan menambahkan GRC Motif Kabupaten Bojonegoro.
Sedangkan, pembangunan tanggul (Sosrodilogo-Jetak) meliputi perbaikan tanggul eksisting lingkup selimut beton pada tanggul eksisting tersebut dengan penambahan GRC motif serupa.


“Untuk pembangunan tanggul (MH.Tamrin-Sosrodilogo) memiliki panjang 156 meter, sementara perbaikan tanggul eksisting (Sosrodilogo-Jetak) memiliki panjang 770 meter. Masing-masing paket tersebut berdurasi 100 hari kalender, terhitung pada 14 September hingga 22 Desember 2026,”terangnya.
Pihaknya menandaskan, dua aspek pembangunan dibawah naungan Dinas PU SDA Bojonegoro ini telah melewati serangkaian tahapan sebelum pekerjaan dimulai pada 14 September besok. Meliputi studi kelayakan, DED, hingga penerbitan izin konstruksi dari Kementerian PU No. 937 yang diterbitkan pada 15 Juli 2026.
Selain Sosialisasi Pembagunan Tanggul Sungai, Pemkab Bojonegoro Juga Akan Bangun Taman Migas di Jalan Hos Cokroaminoto
Selain sosialisasi pembangunan tanggul, dalam pertemuan tersebut juga membahas perihal rencana pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) Taman Migas, yang direncanakan akan berlokasi di Jalan Hos Cokroaminoto, Madean, Jetak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Luluk Alifah mengatakan, rencana pembangunan Taman Migas tersebut merupakan bentuk aksi nyata dari komitmen Pemkab Bojonegoro dalam mewujudkan Bojonegoro ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
“Selain itu, taman Migas tersebut tidak terpisahkan dari rencana pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bojonegoro tahun 2025-2029, khususnya pada pilar Lingkungan Lestari dan Peningkatan Kualitas Ruang Publik yang Sehat, Nyaman dan Berkelanjutan,” ujar Luluk Alifah.
Pihaknya menambahkan, rencana Taman Migas tersebut juga selaras dengan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro dalam menjalankan tugas dan fungsi untuk terus memperluas dan meningkatkan fungsi RTH guna menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan, mengurangi polusi udara, serta meningkatkan Indek Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).
Pembangunan Taman Migas ini, lanjut Dia, dianggarkan dalam P-APBD Tahun Anggaran 2026. Hal ini sebagai langkah konkret dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada manfaat langsung bagi masyarakat.


“Selain menghadirkan fungsi RTH, pembangunan Taman Migas tersebut sekaligus menjadi penanda identitas daerah Bojonegoro yang dikenal luas sebagai lumbung energi nasional,” tambahnya.
Untuk diketahui, Taman Migas tersebut dirancang akan memiliki luas 1.031m², dengan fasilitas berupa area komunal, sarana olahraga luar ruangan outdoor, area duduk bersantai, hingga lahan parkir kendaraan.
Tanggul Sungai dan Taman Migas Akan Jadi Identitas Bojonegoro.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah mengatakan pembangunan tanggul sungai meliputi (MH.Tamrin-Sosrodilogo) – (Sosrodilogo-Jetak) dan rencana pembangunan Taman Migas ini akan menjadi ikon identitas dari Kabupaten Bojonegoro.
Hal itu Ia sampaikan, sebab desain pembangunan tanggul sungai tersebut akan ditambahkan dengan ornamen ikon khas Bojonegoro, yakni dengan motif (Glassfibre Reinforced Cement) berupa kayu jati dan corak bunga mliwis.
“Sedangkan, Taman Migas tersebut merupakan ikonnya Bojonegoro, yang dikenal sebagai Kota penunjang minyak terbesar sekaligus menjadi Kota dengan lumbung energi nasional,” ujarnya.
Pihaknya berharap pembangunan tanggul sungai dan rencana pembangunan taman migas tersebut selalin mempercantik kawasan perkotaan, juga diharapkan menjadi ikon Kabupaten Bojonegoro dengan tetap menghadirkan kenyamanan, keamanan, dan keestetikaan wajah kawasan Kota.(riz/red)












