Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) menggelar rakor rencana pengembangan pesantren (RPP) di Gedung Binaloka, Kamis (30/04/2026). Kegiatan ini digelar, bertujuan untuk menjadi langkah strategis guna menyusun arah kebijakan pengembangan pesantren selama lima tahun ke depan agar semakin terukur, terarah, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Berkenaan dengan hal itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Fatimah Bojonegoro bersama perwakilan Pesantren wilayah pantura (Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik), Ustadz Drs. H. Musafak dan Ustadz Ali Mustofa, S.Pdi turut hadir dalam acara tersebut.
Drs. H. Musafak mengungkapkan, bahwa Dirinya merasa bersyukur dengan terhelatnya acara RPP tahun ini. Hal ini dikarenakan, dengan mendapatkannya respon luar biasa dari kalangan pesantren di Jawa Timur yang turut serta dalam agenda ini.

“Melalui rapat kordinasi ini merupakan wadah yang tepat guna menyerap aspirasi pesantren sekaligus menyusun rencana program pengembangan pesantren kedepan melalui program jangka pendek, menengah dan jangka panjang, ini program bagus dan strategis,” ujar Safak yang juga Kepala Madrasa Aliyah Plus Al Fatimah sekaligus instruktur pengkaderan di PCNU Bojonegoro
seraya menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Hj. Khofifah Indar Parawansa dibarengi mengundangkan khas Jargon Jawa timur Gerbang Baru itu.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, Prof.Dr.Halim Soebahar dalam penyampaian materinya mengatakan, pesantren saat ini memiliki banyak peluang untuk menuju puncak kejayaan.

Namun tidak sedikit pula tantangannya, maka dari itu, Ia meneruskan, di era digitalisasi ini, Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini telah banyak membuka beasiswa S1, S2, dan S3 bagi pesantren.
“Melalui program tersebut, Ibu Khofifah sangat memperhatikan perkembangan pesantren guna memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan siap membawa nama Jawa Timur,” terang Prof.Dr.Halim Subahar yang juga sekaligus Penasehat RMI PWNU Jawa Timur.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Modern Al-Fatimah Bojonegoro, Dr.KH.Tamam Syaifuddin.M.Si sangat mengapresiasi program kegiatan yang di laksanakan Pemprov Jawa Timur.

Menurutnya, kegiatan yang mefasilitasi pesantren di Jawa Timur dan di tahap pertama dikuti 50 peserta tersebut, merupakan program yang tepat untuk menjadikan suatu wadah bagi pesantren untuk mengembangkan potensi.
“Insyaallah, akan ada juga tahap berikutnya, karena dengan disahkannya Perpres No. 18 Tahun 2026 melalui Dirjend Pesantren. Maka, Pesantren harus adaptif, kreatif, inovatif, serta mandiri,” terang Kyai Tamam, begitu Ia akrab disapa.
“Tentu, dengan juga harus dibarengi manajemen pengelolaannya yang bagus, dengan harus menerapkan program kerja yang jelas,” tandas Kyai tamam Pengasuh ponpes Modern Al Fatimah yang juga Wakil Ketua Jaringan Kiyai Santri Nasional (JKSN) Sekaligus pembina RMI PWU Jawa Timur ini.(riz/red)












