Sertijab Bupati, Setyo Wahono Akan Bawa Bojonegoro Lebih Makmur dan Membanggakan

Bojonegoro, Suryanasional.com -Setyo Wahono dan Nurul Azizah resmi mengemban tugas sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro periode 2025-2030. Wahono menandatangani dokumen serah terima jabatan (sertijab) dari Pj Bupati Adriyanto di Ruang Paripurna DPRD Bojonegoro, Selasa (4/3/2025).

Sertijab dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua IV DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, Ketua DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar dan unsur pimpinan serta Jajaran Anggota Dewan serta Forkopimda.

Setyo Wahono dalam kesempatan ini mengatakan, bahwa dirinya akan selalu berkomitmen dalam mewujudkan visi misi dan program prioritas serta program 100 hari secara simultan dan terkoordinasi.

“Saat ini telah dimulai penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang memadukan visi misi dan program prioritas atau unggulan dengan dokumen perencanaan secara teknokrotik yaitu rencana pembangunan jangka menengah daerah di Kabupaten Bojonegoro tahun 2025-2030,” kata Setyo Wahono.

Dokumen tersebut Setyo Wahono menuturkan bahwa, merupakan panduan penting dan strategi dalam mengarahkan pembangunan Bojonegoro 5 tahun mendatang, Selain itu secara bersamaan disusun pula dokumen perencanaan tahunan yakni rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2026 dan perubahan rencana kerja pemerintahan daerah tahun 2025.

Pihaknya juga menilai bahwa terdapat beberapa Isu strategis yang masih menjadi tantangan dan permasalahan di Kabupaten Bojonegoro selama 5 tahun kedepan, diantaranya Kabupaten Bojonegoro masih berada pada angka 2 digit yaitu 11,69% dengan penduduk miskin 143.250.

Kemudian, peluang kerja data karena DPS bulan Agustus tahun 2024 menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja Bojonegoro sebesar 73,86% dan tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar sebesar 4,42%.

Selanjutnya, persentase jumlah anting di Kabupaten Bojonegoro Menurut data survei kesejahteraan Indonesia atau Ski tahun 2023 dengan kualitas sdm secara keseluruhan kondisi indeks pembangunan manusia Bojonegoro yang baru mencapai 72,75%.

“Transformasi ekonomi kondisi perekonomian Bojonegoro saat ini masih didominasi oleh sektor Migas, pemerataan pembangunan dan beberapa Desa mengalami rawan bencana banjir serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih,” jelasnya.

Berkenaan hal ini, Setyo Wahono mengatakan, terdapat lima misi yang harus diwujudkan dalam 5 tahun ke depan, diantaranya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas unggul berbudaya berakhlak, membangun perekonomian daerah yang produktif berkelanjutan dan berkeadilan.

“Membangun lingkungan yang Lestari dan mengembangkan transisi energi yang baru dan terbarukan, meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih melayani akuntabel partisipatif inklusif dan inovatif, serta yang terakhir yakni memajukan kebudayaan dan kebanggaan daerah,” katanya.

Pihaknya menambahkan,100 hari kedepan Ia bersama Wakil Bupati Bojonegoro telah merencanakan lima Lini masa program, diantaranya program kemasyarakatan dan program tata kelola pemerintahan.

“Diantaranya satu sistem pemerintahan berbasis elektronik atau STPI dan Realisasi melalui optimalisasi satu data single window yaitu dengan programnya sampah bupati yang kedua penataan regulasi dan revitalisasi BMT dengan pembentukan badan riset dan inovasi daerah

Selanjutnya, ketersediaan air penyediaan instalasi pemanen air hujan atau IPA perlindungan sumber mata air dan pemanfaatan air bawah tanah serta air permukaan, kemudian kesejahteraan petani Bojonegoro lantaran Bojonegoro memiliki 1576 kelompok dan 157 kelompok tani wanita serta memberikan pendidikan unggul beasiswa untuk mahasiswa zat serta pengelola pondok pesantren.

“Selain itu, kesejahteraan masyarakat dengan peningkatan layanan kesehatan serta Rumah Sakit unggul dan television, kemudian menciptakan lingkungan berkelanjutan pembangunan ruang terbuka hijau atau rth serta pengelolaan sampah dan perlindungan hutan atau inisiasi hutan kota, pengentasan kemiskinan sebagai langkah awal di tahun 2025 untuk memutus mata rantai kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro.

Terdapat beberapa program yang akan dilaksanakan pada tahun 2025 ini, yang pertama bantuan kolam dalam bebas untuk pemeliharaan lele dalam rangka pengurangan angka stunting, kedua bantuan ayam petelur beserta kandangnya bantuan bibit sayur-mayur serta empat domba.

Kemudian program lima bantuan rumah tidak layak huni, pemberian beasiswa untuk 10 sarjana setiap desa, pemberian perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat serta yang terakhir yakni memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Pihaknya juga mengajak pemerintah pusat pemerintah provinsi hingga pemerintah Desa serta lembaga atau organisasi masyarakat tokoh agama tokoh masyarakat dan stakeholder serta seluruh masyarakat Bojonegoro untuk bersama mewujudkan tujuan dan cita-cita ini.

“Tentunya akan sulit diwujudkan tanpa kolaborasi dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat. Maka dari itu, semangat optimisme harus tetap kita jaga, sehingga apa yang sudah kita laksanakan dan tetapkan dapat terwujud dan berjalan lancar sesuai dengan harapan untuk Bojonegoro yang lebih makmur dan lebih membanggakan,” katanya.(Riz/red)