Kudus,Suryanasional.com – Warga Desa Undaan Kidul, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggelar rangkaian acara meriah dalam rangka tradisi tahunan Sedekah Bumi, yang dikemas dengan karnaval budaya dan acara sholawat bersama NU Se-Banom dan Pemerintah Desa Undaan Kidul.
Kegiatan ini berlangsung sejak siang hingga sore hari, dan berhasil menyedot perhatian masyarakat dari berbagai kalangan yang melewati jalan Kudus – Purwodadi, Ahad (4/5/25).
Rangkaian acara dimulai dengan karnaval budaya, yang diikuti oleh berbagai kelompok RT, sekolah, pemuda, dan paling utama organisasi NU Se-Banom. Masyarakat memeriahkan suasana dengan mengenakan kostum adat, membawa gunungan hasil bumi, Paskibraka IPNU-IPPNU, Drumband MTs Nahdlotul Muslimin, terbang papat, serta sound warga setempat.
Karnaval ini berkeliling dari balai desa menuju jalan kampung-kampung dan kembali ke lapangan desa, disambut antusias oleh warga sepanjang rute.
Penjabat (PJ) Kepala Desa Undaan Kidul, Mamfu Handogo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan karnaval atau kirab budaya Undaan Kidul Bersholawat dalam rangka memperingati harlah NU yang Ke-102 dan sedekah bumi Desa Undaan Kidul.
“Untuk kegiatan pada siang ini diprakarsai oleh temen-temen ansor dalam naungan Banom NU Undaan Kidul, Kami dari pemerintah Desa Undaan Kidul mendukung kegiatan tersebut” katanya.
Pada malam harinya tanggal 8 Mei nanti, ada kegiatan sholawat bersama dengan harapan Warga berkumpul di lapangan desa untuk bershalawat dan memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur atas hasil panen serta harapan akan keberkahan dan keselamatan desa.
“Sedangkan untuk sedekah bumi sendiri dari Desa nanti pada tanggal 19 Mei yang akan dimeriahkan oleh wayang kulit dan ketoprak siang dan malam hari” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang sedekah bumi, sebuah tradisi turun-temurun masyarakat Jawa yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki dan hasil alam. Warga membawa aneka makanan, hasil bumi, dan tumpeng yang kemudian didoakan bersama dan dinikmati secara gotong royong.
Acara ditutup dengan pembagian makanan tradisional kepada seluruh warga. Dengan semangat kebersamaan dan nuansa religius yang kental, Karnaval Undaan Kidul Bersholawat dan Sedekah Bumi menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya dan spiritual masyarakat.











